Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi VI DPR RI Lili Asdjudiredja menyatakan kebijakan relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) akan mengancam pertumbuhan industri domestik.

“Industri kecil, menengah dan BUMN akan porak-poranda, alih-alih mengundang investasi asing, Indonesia malah hanya akan menjadi pasar konsumsi asing,” katanya, Sabtu (12/1).

Politisi Golkar itu mencemaskan perihal daya saing industri lokal terhadap gempuran asing yang dibekali kekuatan kapital raksasa.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah sebaiknya membantu perkembangan bisnis industri dalam negeri dan mesti memperhitungkan dampak kebijakan relaksasi DNI ini ke sektor lapangan kerja, perdagangan, teknologi, dan industri.

Lili mencontohkan usaha kecil pembuatan kapas kecantikan yang pernah dibinanya saat jadi Kandep Perindustrian. Dengan sejumlah bantuan teknologi, 114 industri bisa berkembang.

(Abdul Hamid)