Beirut, Aktual.com – Israel tidak memberikan bukti mengenai terowongan, yang digunakan untuk melancarkan serangan lintas perbatasan, dalam pertemuan dengan pasukan perdamaian PBB pada Rabu, kata Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri.

Militer Israel melancarkan operasi pada Selasa (4/12) untuk “membuka dan menggagalkan” terowongan ke wilayahnya, yang dikatakan berasal dari Lebanon.

Israel menuding gerakan Hizbullah Lebanon menggali tanah untuk terowongan ke perbatasan. Dikatakannya, terowongan itu belum berfungsi tetapi menimbulkan “ancaman, yang mungkin segera terjadi”.

Sejauh ini belum ada komentar dari Hizbullah dukungan Iran.

“Israel tidak menunjukkan informasi pada pertemuan dengan tentara Lebanon dan pasukan keamanan UNIFIL,” kata pernyataan kantor Berri, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/12).

Berry, sekutu politik Hizbullah, mengatakan Lebanon telah meminta koordinat geografi tetapi tak menerima apapun.

“Ini (tuduhan Israel) tidak didasarkan pada fakta sesungguhnya sama sekali,” Ali Bazzi, anggota parlemen dari blok Berri mengutip ketua parlemen itu setelah suatu pertemuan.

Kementerian Luar Negeri Lebanon akan mengajukan keluhan kepada PBB mengenai “pelanggaran-pelanggaran yang berulang-ulang dilakukan Israel,” kata kantor berita NNA.

Alat penggali mekanis dan alat berat lain tampak dari Lebanon Selatan sepanjang Selasa, bekerja di sisi Israel yang tapal batasnya mendapat penjagaan ketat.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Selasa malam, operasi akan berlanjut sepanjang diperlukan.

Tentara Lebanon mengatakan pihaknya “siap sepenuhnya menghadapi kedaruratan” dan perbatasan di wilayahnya tetap tenang pada Selasa.

Israel dan Hizbullah telah menghindari bentrokan besar di perbatasan sejak perang terakhir pada 2006, walau Israel meningkatkan serangan di Suriah menyasar Hizbullah, kelompok bersenjata berat dan berfaham Syiah.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)