Jakarta, Aktual.com – Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Nizar mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi tidak memberlakukan rekam biometrik yang menjadi syarat visa haji dan umrah.

“Saya sudah mengkonfirmasi dan pengumuman itu benar adanya,” katanya, Kamis (25/4).

Menurut Nizar bahwa dengan berdasarkan pengumuman tersebut, proses penerbitan visa bisa dilakukan tanpa harus menunggu rekam biometrik.

“Rekam biometrik akan dilakukan di Bandara Madinah dan Jeddah, kecuali bagi jemaah yang sudah melakukan perekaman di Tanah Air,” ujarnya.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis menambahkan, proses perekaman melalui VFS Tasheel di Indonesia tetap dibuka. Namun, layanan itu semantara hanya untuk daerah yang mudah aksesnya sehingga mungkin untuk terus dilanjutkan.

“Untuk jemaah dari wilayah-wilayah kepulauan yang jaraknya jauh, perekaman akan dilakukan saat tiba di Madinah dan Jeddah,” paparnya.

(Abdul Hamid)