Anggota kepolisian menjaga kawasan Istana Negara, Jakarta,, Jumat (2/10/2018). Agendannya Massa umat Islam akan kembali menggelar unjuk rasa Seruan Nasional Aksi Bela Tauhid dari Masjid Istiqlal ke depan Istana Istana Negara. Ini merupakan aksi serupa yang kedua setelah aksi pertama pada Jumat, 26 Oktober 2018. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, aktual.com – Kedutaan Besar Rusia dan Inggris di Jakarta memberi peringatan terhadap warga negaranya untuk menghindari area yang akan dijadikan untuk demonstrasi menjelang pengumuman hasil pemilu pada 22 Mei mendatang.

“Sehubungan dengan pengumuman hasil Pemilu pada 22 Mei, massa akan melakukan aksi unjuk rasa di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Untuk menghindari risiko keamanan, warga negara Rusia diminta untuk menjauhi tempat-tempat yang akan dijadikan lokasi aksi,” tulis Kedutaan Besar Rusia melalui akun resmi Facebook di Jakarta, Senin (20/5).

Kedutaan Besar Rusia juga mengingatkan warga negara Rusia untuk mengikuti instruksi dari perwakilan kedutaan dan menghindari konflik ketika berkomunikasi dengan penduduk setempat.

Dalam situasi darurat, warga negara Rusia diminta menghubungi kedutaan di telepon: + 62 21 522 29 12/14 atau email consindonesia@mid.ru.

Selain Rusia, Kedutaan Besar Inggris di Jakarta juga mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan risiko keamanan.

“Pada 22 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil resmi Pemilu. warga negara Inggris harus menghindari semua aksi demonstrasi karena adanya risiko kekerasan,” tulis Kedutaan Besar Inggris melalui situs resminya, Senin.

Peringatan jelang pengumuman hasil Pemilu 2019 itu termasuk dalam imbauan umum tentang situasi keamanan di Indonesia terkait risiko bencana alam, serangan teroris dan kesehatan.

Pemerintah Inggris juga meminta warganya yang memerlukan bantuan darurat agar segera hubungi kedutaan besar Inggris atau konsulat terdekat di Indonesia.

Ant.

(Zaenal Arifin)