Lebak, Aktual.com – Kasus penyebaran penyakit “kaki gajah” atau filariasis di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, hingga kini belum ditemukan setelah dilakukan pengobatan massal beberapa tahun lalu.

“Semua penderita penyakit filariasis negatif dan tidak menularkan kepada orang lain,” kata Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah di Lebak, Jumat (14/12).

Kabupaten Lebak sebelumnya menjadi daerah endemis penyebaran penyakit filariasis dengan ditemukan sejumlah kasus di empat kecamatan. Keempat kecamatan itu antara lain Maja, Warunggunung, Lebak Gedong dan Cipanas.

Para penderita penyakit kaki gajah yang tersebar di daerah itu dilakukan pengobatan massal. Namun saat ini belum ditemukan kembali penyebaran kasus penderita kaki gajah tersebut.

“Kami optimistis Lebak terbebas penderita filariasis hingga tahun 2020, karena belum ditemukan kasus baru,” ujar dokter Firman.

Menurut dia, meski penderita kaki gajah dinyatakan negatif, namun masyarakat tetap mewaspadai dan berupaya mencegah penyakit menular tersebut. Pencegahan penyakit itu tentu dengan membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Saat ini, Kabupaten Lebak tidak tertutup kemungkinan menjadi daerah alternatif tempat hunian dari Jakarta dan Tangerang. Apalagi, para pengembang perumahaan membangun kawasan hunian di sekitar Kota Kekerabatan Maja (KKM).

“Kami yakin Lebak akan menampung jutaan warga luar daerah, sehingga tetap mewaspadai penyebaran penyakit menular tersebut,” katanya.

Firman mengatakan, apabila ditemukan kasus baru penyakit kaki gajah, maka kembali dilakukan pengobatan massal selama lima tahun berturut-turut untuk dinyatakan bebas dari daerah endemis kaki gajah.

Selama ini, kata dia, penyakit kaki gajah tidak mematikan, namun penderita bisa mengalami cacat permanen pada salah satu bagian anggota tubuhnya.

Selain itu, produktivitas penderita akan menjadi rendah yang pada akhirnya menurunnya kualitas manusia di Kabupaten Lebak.

“Kami terus melakukan sosialisasi juga pemantauan dan pengawasan di daerah endemik kaki gajah itu, kendati tidak ditemukan lagi kasus baru,” ujarnya.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)