Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M. Romahurmuziy kembali menegaskan dukungannya terhadap Joko Widodo dalam kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Pria yang akrab disapa Romi ini mengungkapkan, sejak empat tahun silam, tidak sedikit pun terbesit pikiran PPP untuk mencabut dukungan terhadap pria asal Solo itu.

Hal itu diungkapkannya dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) PPP yang ke-45 di Kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (5/1) malam.

“Menetapkan Bapak Presiden Jokowi sebagai calon presiden di 2019,” ujar pria yang akrab disapa Romi.

Anggota Komisi III DPR itu pun teringat masa Pilpres 2014 lalu, di mana Jokowi diserang habis-habisan dengan berbagai macam tuduhan, mulai dari komunis dan anti Islam. Namun hal itu tidak mempan, dan rakyat tetap memilih Jokowi sebagai Presiden.

“Dipersepsikan sebagai pro komunis, anti Islam kemudian pro ke Tiongkok,” sebutnya.

Tudingan yang diduganya berasal dari parpol kompetitor Jokowi pun dinilai Romi sebagai suatu hal yang aneh. Pasalnya, hal itu justru tidak terjadi ketika Jokowi maju sebagai Calon Wali Kota Solo pada 2010 silam.

“Dua kali jadi Walikota Solo tidak ada yang mempersoalkan dia komunis atau bukan,” katanya.

Bahkan ungkap Romi saat itu Jokowi diusung oleh salah satu partai Islam. Namun saat menjadi capres partai tersebut tidak menjagokan Jokowi dengan alasan macam-macam, dan sampai saat ini tetap memutuskan berada di luar koalisi.

“Partai tersebut tidak lagi mengusung Pak Jokowi dan hari ini berada di luar pemerintah,” katanya.

Oleh sebab itu dia mempertanyakan kenapa partai tersebut saat ini bisa tidak sepaham dengan Jokowi. Padahal saat menjadi wali kota Solo, Jokowi diusung dua periode oleh partai yang saat ini berada di luar pemerintahan.

Sekadar informasi, saat maju menjadi Walikota Solo, Jokowi diusung oleh salah satu partai yang saat ini berada di luar koalisi. Itu adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain PKS, Jokowi mendapatkan dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Damai Sejahtera. Dengan didukung empat partai tersebut pun mengantarkan Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo‎ menjadi pemenang dengan perolehan suara 90 persen

Pewarta : Teuku Wildan A.

(Dedy Kusnaedi)