Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumberdaya Rizal Ramli memberikan motivasi kepada calon mahasiswa baru ITB pada acara Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa (OSKM) ITB 2017 di Sabuga Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/8). Rizal Ramli memberikan motivasi agar mahasiswa baru dapat mengangkat kembali masa kejayaan kampus ITB yang sempat menjadi 10 besar kampus terbaik di dunia. AKTUAL/HO

Jakarta, Aktual.com-Siapa sangka, DR. Rizal Ramli atau akrab disapa RR yang sekarang menjadi harapan rakyat Indonesia itu sejak kecil di umur 6 tahun sudah menjadi anak yatim piatu yang hidup mandiri dan sederhana.

RR Kecil

Ayah RR seorang Asisten Wedana (Asisten Camat), sang ibu seorang guru yang meninggal di saat RR umur 6 tahun. RR kecil harus hijrah ke Jawa dengan menempuh berhari-hari lamanya jalan darat dan menyeberang laut naik Kapal Tampomas tidur di geladak kapal agar sampai ke Bogor tinggal bersama neneknya.

RR kecil sejak umur 3 tahun sudah pandai membaca dan belajar hidup mandiri, diajak sang nenek pergi ke pasar dan membantu memelihara ternak ayam kecil-kecilan milik sang nenek.

RR Aktif di Pergerakan Mahasiswa

Setelah dewasa dan lulus SMA, tepatnya di tahun 1973, RR melanjutkan study di ITB (Institut Teknologi Bandung), selain aktif berorganisasi, RR juga sambil bekerja di sebuah percetakan dan penerjemah bahasa Inggris untuk dapat makan sehari-hari dan membayar uang kuliah.

Di tahun 1977, RR menjadi Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA-ITB), tempaan hidup sejak kecil sebagai anak yang mandiri, disiplin dan pekerja keras, telah membentuk jiwa dan karakter RR sebagai seorang aktivis pergerakan mahasiswa yang kritis, idealis dan militan.

Masih pada tahun yang sama, setelah pulang dari Jepang dan keliling Indonesia, RR bersama kawan-kawannya membuat Gerakan Anti Kebodohan (GAK), yang menuntut rezim Orde Baru memperbaiki sistem pendidikan nasional yang kemudian di adopsi pemerintahan waktu itu dengan wajib belajar 6 tahun.

Gerakan Anti Kebodohan itu juga menginspirasi terciptanya puisi Sebatang Lisong karya WS. Rendra dan film Yang Muda Yang Bercinta karya Sjuman Jaya.

Di Tahun 1978, RR bersama kawan-kawannya kembali mengkritik dan mengevaluasi rezim orde baru terhadap praktik KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) yang merajalela, terutama pada keluarga dan teman dekat Soeharto, serta sistem ekonomi ala Orde Baru yang menyengsarakan Rakyat dan membahayakan kepentingan nasional, bahkan RR dkk juga menolak pencalonan kembali Soeharto sebagai Presiden Indonesia untuk periode selanjutnya.

RR Bersama Irzadi Mirwan, Adul Rochim dan Yosef Manurung menyusun Buku Putih Perjuangan Mahasiswa ITB yang berujung pada murkanya Suharto waktu itu. RR dkk ditangkap dan dijebloskan kepenjara militer selama 3 bulan dan penjara suka miskin Bandung selama 1 tahun enam bulan sebagai tahanan politik Bersama teman-teman seperjuangannya di ITB seperti heri Akhmadi, Indro Tjahyono, Jusman SD. Hal inilah yang sering mengingatkan kita akan kisah perjuangan bung Karno ketika dipenjara kolonial belanda di awal tahun 1930-an

Selepas dari penjara, RR melanjutkan study ke Boston University jurusan ekonomi lewat beasiswa dan rekomendasi Rektor ITB dan Adnan Buyung Nasution waktu itu hingga RR mendapatkan gelar Doktor di tahun 1990.

RR Seorang Ekonom Kerakyatan

RR dkk kemudian mendirikan ECONIT Advisory Group, lembaga think-tank ekonomi independen yang sering melakukan evaluasi kebijakan ekonomi pemerintahan Orde Baru, seperti kebijakan soal Mobil Nasional, Pupuk Urea, Pertambangan Freeport, dan sebagainya. Keberadaan ECONIT juga diakui mampu memberi warna dalam wacana, pemikiran, dan analisis ekonomi Indonesia.

Walaupun RR terkenal sebagai ekonom kritis, dalam isu-isu lainnya di luar ekonomi, ia juga terlibat aktif menolak otoriterianisme Orde Baru. Pada tahun 1994, RR bersama Adnan Buyung Nasution memimpin demo besar-besaran melawan pembredelan Majalah Tempo, Detik dan Editor.

Sikap konsisten RR mengkritisi kekuasaan yang menyimpang dan kebijakan ekonomi Negara yang salah kaprah membuat RR dijuluki Sang Lokomotif Perubahan, bahkan tidak sedikit publik yang menjuluki RR sebagai Sang Penerobos dan Tokoh Reformis Indonesia.

RR juga dikenal sebagai Ekonom Kerakyatan yang selalu tampil di depan secara agresif menolak kebijakan sistem ekonomi Neoliberal atau Fundamentalisme Pasar di Indonesia yang berseberangan dengan konstitusi dan cita-cita berdirinya Republik ini. RR selalu kritis terhadap kebijakan-kebijakan Negara yang berbau Wold Bank, IMF, dsb.

RR di Era Pemerintahan Gusdur

Paska Reformasi 1998, RR secara resmi masuk ke dalam lingkaran kekuasaan formal di era pemerintahan Gus Dur. Sejumlah jabatan penting diemban RR, seperti Kepala Badan Urusan Logistik/Bulog (tahun 2000), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2000-2001), dan Menteri Keuangan (2001).

Selama mengemban jabatan di era pemerintahan Gus Dur (2000-2001), banyak torehan prestasi kebijakan yang dilakukan oleh penggemar Albert Einstein ini, salah satunya melakukan transformasi dan reformasi secara radikal program restrukturisasi di badan yang cukup strategis untuk rakyat, Bulog.

RR merubah penerimaan dana off budget menjadi on budget di Bulog, memangkas rekening Bulog dari 117 menjadi 9 rekening, sehingga di era RR bulog surplus Rp 5 Triliun. RR juga meningkatkan pembelian gabah petani, bukan beras. Bulog tidak melakukan impor beras demi meningkatkan pendapatan petani.

Pada tahun 2001, RR juga melakukan pembenahan PT Dirgantara Indonesia (PT DI). RR juga menyelamatkan PLN dari kebangkrutan dengan tanpa utang dan berhasil menaikkan asset dari – (minus) Rp 9 trilliun ke Rp 214 triliun melalui Revaluasi Aset PLN. Hal itu merupakan pertama dalam sejarah menyelamatkan BUMN tanpa menambah beban utang Negara, dan yang jelas rakyat terhindar dari pembayaran tarif dasar listrik yang jauh lebih mahal.

Rizal Ramli bersama dengan Kwik Kian Gie di era pemerintahan Gus Dur juga berhasil mengangkat pertumbuhan ekonomi – (minus) 5 % ke + (plus) 4 % dengan tanpa utang, bahkan netto.

Sebenarnya masih banyak torehan kebijakan RR yang belum selesai di era Gusdur, banyak hal besar yang sedang dikerjakan RR dalam memperbaiki ekonomi Negara dan kebutuhan rakyat waktu itu, Seperti Salah satu dari 10 Program Percepatan Pemulihan Ekonomi; Meningkatkan kesejahteraan rakyat di pedesaan untuk memperkuat stabilitas sosial-politik. Namun sangat disayangkan pemerintahan Gusdur waktu itu keburu jatuh di tahun 2001.

RR di Era Pemerintahan SBY

Di Era Pemerintahan SBY, RR menjabat sebagai Komisaris Utama PT Semen Gresik Tbk (PT. SG) pada September 2006-2008. Lewat terobosan emasnya, RR mampu membangkitkan PT. SG sebagai salah satu BUMN terbaik, dengan peringkat ke-7, meningkatkan keuntungan dari Rp 800 miliar menjadi Rp 3,2 trilliun dalam 2 tahun dan mendapatkan banyak penghargaan. Namun akibat perbedaan pendapat soal kebijakan kenaikan harga BBM dengan rezim SBY, dimana waktu itu RR tidak setuju BBM di naikkan karena hanya akan menambah beban rakyat sebelum kasus KKN dan pemberantasan Mafia di sektor migas di tuntaskan, RR justru di copot dari komisaris PT. Semen Gresik.

Konsistensi RR memegang teguh keberpihakan rakyat justru mendapatkan penghargaan yang luar biasa dari rakyat, salah satunya penghargaan kultural dari alumni Tebu Ireng se Indonesia dengan memberi gelar Gus pada diri RR pada tahun 2010 yang kemudian akrab di panggil Gus Romli.

Di tahun 2011-2015, RR salah satu ahli ekonomi Indonesia juga dipercaya menjadi penasihat ekonomi PBB bersama ekonom internasional lainnya seperti peraih Nobel Ekonomi, Amartya Sen dari Universitas Harvard, Sir James Mirrlees Alexander dari Inggris dan Rajendra K. Pachuri dari Universitas Yale.

RR di Era Pemerintahan Jokowi

Kemudian memasuki era Pemerintahan Jokowi, RR kembali dipercaya masuk jabatan formal sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya sejak reshuffle jilid pertama pada Agustus 2015 yang lalu.

RR menjabat sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya selama 11 Bulan sebelum akhirnya di copot oleh presiden Jokowi yang di sinyalir akibat perseteruannya dengan Wapres JK, Kelompok Neolib dan Gubernur DKI, Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok terkait ulah para pengembang Reklamasi Jakarta.

Selama 11 bulan menjabat sebagai menko MSD, telah banyak torehan prestasi kebijakan RR lewat jurus Rajawali Ngepret dan Rajawali Bangkit yang cukup signifikan untuk kepentingan rakyat dan Negara.

Selama menjabat menko MSD dipemerintahan Jokowi, banyak pihak sepakat RR sering melakukan Gaduh Putih, meminjam istilah RR, Gaduh putih bertujuan memberantas Gaduh Hitam agar Tikusnya Kabur Dan Padi Tumbuh Subur. Gaduh Putih RR adalah bagian dari langkah Revolusi Mental untuk mewujudkan Nawa Cita. Tidak seperti Orba, yang selalu melihat perbedaan pendapat sebagai ancaman terhadap negara.

M. Qodari (Direktur Eksekutif Indobarometer) menilai apa yang dikerjakan dan dilakukan RR sesuatu yang positif, sementara peneliti LIPI. Siti Zuhro menilai RR telah melakukan banyak hal yang menguntungkan publik, Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti dengan bahasa yang berbeda mengatakan jika langkah dan kebijakan RR paling sejalan dengan Nawacita.

Di era pemerintahan Jokowi, banyak torehan kebijakan dan terobosan RR yang berpihak pada kepentingan Negara dan kepentingan Rakyat, prinsip RR sebagai pejabat publik setiap kebijakan harus terbuka dan bermanfaat bagi publik, rakyat harus dapat manfaat dari pertumbuhan pembangunan betul-betul mampu dirasakan rakyat.

Prestasi Kinerja RR di Era Pemerintahan Jokowi

Beberapa contoh kebijakan dan terobosan RR yang berpihak pada kepentingan Rakyat dan Negara diantaranya dorongan RR agar diskon Tarif Listrik 30% Juga Berlaku untuk semua skala industri; baik kecil, menengah, maupun besar, seperti UKM. Menginisiasi pembentukan organisasi Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC), guna melindungi dan mendongkrak minyak sawit nasional dan sekaligus para petani sawit.

Mengawal program Mina padi yang merupakan program budidaya ikan tawar di lahan sawah agar dapat terus berkembang dalam skala yang lebih luas. Bahkan RR menargetkan, pada Maret 2017 sudah ada 100.000 hektare (ha) lahan pertanian yang menjalankan program mina padi. Kemudian pada Oktober 2017, menjadi 200.000 hektare lahan di seluruh Indonesia.
RR juga membuat kebijakan dan terobosan yang berpihak pada nelayan, seperti menata kampung wisata berbasis nelayan, Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan untuk Nelayan, moratorium reklamasi di teluk Jakarta sebagai salah satu kebijkan RR pro nelayan, mengawal pemanfaatan konverter kit BBM ke gas oleh nelayan, dsb.

Selain itu, kebijakan RR yang berpihak pada kepentingan Negara diantaranya meminta menghentikan pembelian pesawat Airbus A350 oleh Garuda Indonesia dan kementerian BUMN karena berpotensi merugi dan syarat KKN, meminta evaluasi target pembangunan proyek listrik 35.000 MW karena tidak realistis dan penuah aroma KKN, memperjuangkan pembangunan kilang darat untuk Blok Masela dalam rangka mewujudkan amanah Konstitusi pasal 33 UUD 1945 dan untuk kemajuan pembangunan di Indonesia Timur, mendorong kebijakan Revaluasi Asset BUMN yang berhasil membuat asset BUMN naik Rp 800 trilliun dan menyetorkan pajak Revaluasi Aset Rp 32 triliun serta berhasil mengubah bea masuk 0% untuk suku cadang pesawat sehingga bisnis maintenance domestic menjadi bergairah.

Membenahi Dwelling Time (Waktu Bongkar Muat) di Pelabuhan Tanjung Priuk agar jalur logistik dan perdagangan lancar sehingga membantu kelancaran ekonomi.

RR juga membuat terobosan kebijakan cemerlang dengan target 20 juta wisatawan di tahun 2019 dengan langkah menetapkan 10 destinasi pariwisata utama nasional, bebas visa, gerakan bersih senyum, dan mempermudah perijinan kapal yacht dan cruise. Terobosan tersebut terbukti mampu meningkatkan target kunjungan wisatawan secara periodik dan optimis mampu menjadi andalan devisa Negara.

Untuk menjaga pengelolaan SDA secara baik dan sesuai konstitusi, RR tak segan-segan bertindak tegas terhadap PT. Freeport agar berbisnis secara fair di Indonesia, misalnya RR menolak segala bentuk perpanjangan kontrak karya PT. Freeport yang tidak sesuai dengan UU. RR menekankan agar semua pembangunan di drive atau dikendalikan oleh Negara.

Dalam konteks mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim, RR menjalankan 5 Jurus mewujudkan agenda tersebut, yakni membangun budaya maritim, membangun sumber daya laut lewat industri pelayaran dengan nelayan sebagai pilar, pembangunan infrastuktur dan konektivitas antar pulau, diplomasi martim dan memperkuat pertahanan maritim.

Kelima jurus mewujudkan poros maritim tersebut sudah mulai berjalan, seperti; program ekspedisi maritim, mendukung penuh pemberantasan ilegal fishing, membangun kerjasama dengan investor Negara lain untuk berinvestasi di sektor maritim.

Harapan Rakyat Terhadap RR

Untuk menompang program Tol Laut presiden Jokowi, juga didorong pembangunan jembatan udara, selain mempercepat pembangunan kawasan industri di Indonesia Timur dan memperkenalkan jalur pelayaran baru selain selat Malaka, yakni melalui selat Lombok.

Banyak hal yang telah dikerjakan RR selama 11 bulan menjabat di kabinet pemerintahan Jokowi, dan tidak sulit mengetahui lebih dalam langkah dan kebijakan RR via searcing internet, ada garis besar yang dapat kita simpulkan tentang sosok seorang RR sebagai aktivis dan birokrat, RR Cerdas, Pemberani, Konsisten, Bersih, keberpihakan kerakyatan dan kepentingan nasionalnya jelas.
Dalam bahasa M. Qodari (Direktur Eksekutif Indobarometer), RR sosok yang tidak hanya melihat sisi teknis, tapi RR di atas itu. Pandangan ekonominya ideologis dan strukturalis. Sangat sulit di temui orang seperti RR.

Sementara KH. Anwar Iskandar, Ketua Wilayah NU Jawa Timur, meyakini; RR aktivis yang sangat cerdas dan kritis kesayangan Gus Dur, selain pengkritik tapi juga mempunyai solusi, kita doakan supaya RR dapat bermanfaat bagi rakyat Indonesia, para kyai sangat optimis dengan kwalitas RR, RR di harapkan dapat membangun bangsa, Indonesia butuh sosok seperti RR untuk mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain.

Amiiinn semoga RR tetap berjuang mewujudkan harapan, para kyai, para petani, para nelayam, para buruh, dan harapan seluruh rakyat Indonesia.

Militansi dan Keberpihakan rakyat akan mengalahkan semua keserakahan dan ketidakadilan.

(Dedy Kusnaedi)