Jasa Marga rencananya akan melakukan uji coba pembatasan kendaraan bermuatan besar pada 16 Oktober mendatang di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek. Rencana uji coba pengaturan kendaraan berat itu akan dilakukan selama lima hari, mulai 16 Oktober hingga 21 Oktober 2017 dan akan dilakukan mulai dari gerbang tol Cikampek hingga Bekasi Barat dan dan Gerbang Tol Bekasi Timur ke Bekasi Barat. Kendaraan bermuatan besar dilarang melintasi Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta mulai pukul 06.00-09.00 WIB. AKTUAL/Munzir

Bekasi, Aktual.com – PT Jasa Marga akan memberlakukan sistem satu arah atau “one way” di ruas tol Jakarta-Cikampek, tepatnya mulai dari KM 70 hingga ruas tol Cikarang Barat akibat kendaraan menuju Jakarta yang terpantau padat sejak Sabtu (8/6) sore.

Petugas Informasi dan Komunikasi Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jupri Suryanto, saat ditemui di Senkom Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu, membenarkan adanya perintah pemberlakuan satu pada Sabtu (8/6) malam ini.

“Akan diberlakukan satu arah dari Gerbang Tol Cikampek sampai Cikarang Barat,” katanya.

Menurut Jupri, kendaraan yang masih berada di ruas tol dan “rest area” arah Cikampek pun sudah mulai disterilkan petugas.

Sedangkan kendaraan yang menuju Cikampek dialihkan untuk keluar menuju pintu Cikarang Barat kemudian menggunakan jalan arteri.

Pemberlakuan satu arah  itu menurutnya situasional tergantung pada kepadatan arus lalu lintas.

Ia mengungkapkan pemberlakuan satu arah malam ini disebabkan oleh antrean kendaraan yang terpantau mulai padat di tol Cipali. Selain itu, kepadatan juga masih terjadi di sejumlah area istirahat  di tol Cikampek meskipun sudah diberlakukan sistem buka tutup “rest area”.

Sebelumnya, kepolisian telah memberlakukan sistem satu arah dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung hingga KM 70 Gerbang Tol Cikatama.

Sementara rekayasa lawan arah (contraflow) yang sebelumnya diberlakukan di KM 70 hingga KM 29 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek sudah ditutup sekitar pukul 20.00 WIB.

(Arbie Marwan)