Jakarta, Aktual.com – Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai, wacana pemindahan markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga ke Jawa Tengah (Jateng), adalah ide yang cerdas. Namun, hal itu tidak mudah untuk dilaksanakan.

“Dari konteks strategi Ide tersebut positif tapi belum tentu efektif. Pasalnya, dari aspek manajemen organisasi, tentu bisa menimbulkan sejumlah masalah,” kata Karyono kepada Aktual ditulis Jumat (14/12).

Sejumlah masalah yang dimaksud Karyono di antaranya masalah koordinasi dan mobilisasi tim dan persoalan teknis lainnya. Di sisi lain, kata dia, rencana pemindahan markas ke Jateng justru dengan mudah terbaca oleh lawan.

“Dampaknya, membuat kubu lawan malah bersiap diri dan merapatkan barisan untuk membentengi serangan. Oleh karena itu, saya memaknai wacana tersebut sekadar shock therapy yakni memberikan efek kejut dan mengganggu psikologi lawan politik,” ujarnya.

Menurutnya, secara umum dapat dilihat bahwa wacana pemindahan markas BPN adalah bagian dari strategi besar (grand strategy) kubu Prabowo-Sandiaga untuk menggempur basis pertahanan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jateng yang notabene merupakan ‘kandang banteng’ dan nahdliyin.

(Andy Abdul Hamid)