Karyono Wibowo

Jakarta, Aktual.com – Netralitas, profesionalitas dan idenpendensi penyelenggaraan Pemilu tentu menjadi harapan seluruh rakyat. Tapi, di sisi lain jangan ada upaya untuk mendelegitimasi penyelenggaraan Pemilu. Sebab, hal itu mengancam masa depan demokrasi.

Direktur IPI Karyono Wibowo mengatakan bahwa pemilu yang demokratis, jujur dan adil yang diharapkan seluruh rakyat jauh panggang dari api.

“Atmosfir politik menjelang Pemilu Serentak 2019 masih diwarnai berbagai persoalan yang bisa mengancam masa depan demokrasi,” katanya kepada aktual, Kamis (7/3).

Selain itu menurut Karyono, hal tersebut dapat dilihat dari maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan isu SARA masih menjejali ruang publik sejak awal kampanye hingga saat ini.

“Di sisi lain, telah berkembang opini yang membentuk persepsi publik seolah ada kecurangan yang dilakukan secara sistematis dalam penyelenggaraan pemilu serentak 2019,” ujarnya.

“Misalnya, kata dia opini tentang kecurangan pemilu dibangun atas adanya kecurigaan tentang berbagai peristiwa dari mulai isu DPT ganda, eKTP tercecer, kotak suara terbuat dari kardus, isu 7 kontainer surat suara tercoblos, hingga isu mobilisasi warga negara asing untuk memilih,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh: