Menteri BUMN Rini Soemarno bersama  Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono melihat maket saat pembukaan Indonesia Properti  Expo (IPEX) di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (2/2). IPEX merupakan merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT Ke69 Bank BTN berlangsung dari tanggal 2-10 Februari 2019 dengan target kredit baru sebesar Rp 6 triliun. Sebanyak 167 pengembang terlibat dalam IPEX  yang menawarkan 869 proyek perumahan dari seluruh Indonesia. AKTUAL/STR-Eko S Hilman

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama asosiasi pengembang, akademisi dan pemangku kepentingan terkait menyiapkan skema program penyediaan perumahan terjangkau bagi generasi milenial.

Saat ini diperkirakan terdapat 81 juta jiwa generasi milenial yang belum memiliki rumah dan menjadi pasar potensial perumahan. Harga rumah yang terus meningkat membuat generasi milenial menunda untuk memiliki rumah dan lebih memilih untuk membeli barang konsumtif atau jalan-jalan.

“Pemerintah sedang mengupayakan penyediaan perumahan bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk generasi milenial melalui Program Satu Juta Rumah (PSR),” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (23/6).

Khalawi mengarakan generasi milenial atau yang lahir sekitar tahun 1980 sampai awal 2000-an saat ini jumlahnya sekitar 30 persen dari total penduduk Indonesia dan diperkirakan terus bertambah.

Berdasarkan hasil riset Ditjen Penyediaan Perumahan, generasi milenial mengutamakan rumah layak huni berkualitas berupa apartemen atau hunian sewa di pusat kota yang terintegrasi dengan simpul transportasi umum dan memiliki kemudahan dalam akses internet.

Khalawi mengatakan program rumah bagi generasi milenial ini diarahkan ke rumah vertikal atau rumah sederhana bersubsidi. Saat ini ada tiga klaster milenial yang dikaji.

Klaster pertama adalah milenial pemula yang berusia 25-29 tahun, baru bekerja atau masih mencari pekerjaan, dan belum menikah. Klaster kedua adalah milenial berkembang yang berusia 30-35 tahun dan sudah berkeluarga. Klaster ketiga adalah milenial berusia di atas 35 tahun yang sudah memiliki pekerjaan tetap dan kemajuan finansial.

Klaster pertama akan disiapkan rumah sewa vertikal yang dekat dengan simpul transportasi. Klaster kedua berupa hunian tipe 36 dengan 2 kamar tidur.

“Sementara, klaster ketiga menyesuaikan dengan selera dan gajinya,” kata Khalawi.

Untuk pembiayaan investasi melalui KPBU, Kementerian PUPR melakukan pendekatan pembangunan dengan konsep “mixed-use” di kawasan yang dekat dengan simpul transportasi seperti stasiun dan terminal. Hal ini merupakan sinergi BUMN dengan pemerintah sebagai embrio penerapan transit oriented development (TOD) di Indonesia.

Generasi milenial dikenal memiliki mobilitas yang tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara Kementerian PUPR dengan BUMN dalam mewujudkan TOD merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menyediakan perumahan yang sesuai dengan kebutuhan generasi milenial. Keberadaan TOD yang terintegrasi ataupun dekat dengan moda transportasi seperti KRL akan semakin mempermudah mobilitas para generasi milenial dalam beraktivitas.

(Arbie Marwan)