Jadi ini memang dorongan alami yang secara natural sudah ada sejak dulu. Bahwa kita ingin hidup berkelompok bukanlah masalah, Yang jadi masalah adalah jika gara-gara tribalisme ini kita jadi perang beneran.

Akan semakin parah jika cara kita melihat dunia menggunakan doktrin George Bush saat mengobarkan perang di Irak: “If you not with us, you against us”. Jika kamu tidak bersama kelompokku, maka kamu adalah musuhku.

2. SELERA (INTUITION) MENGALAHKAN AKAL (REASON):

Bahkan orang yang merasa paling rasional pun sebenarnya dikendalikan terutama oleh selera politik, agama, dan makanannya. Kita ini paling pinter bikin alasan rasional atas pilihan selera yang telah kita tetapkan lebih dulu.

Begitu anda sudah memilih bergabung dalam pasukan cebong atau kampret, maka semua yg dilakukan rival anda akan nampak salah, dan semua yang dilakukan pihak anda akan nampak indah.

Para psikolog sosial menyebut fenomena yang sudah jamak ini: Motivated Reasoning atau Confirmation Bias. Baca tulisan saya di FB Sebelumnya: “Mengapa Kita Merasa Benar Walaupun Sejatinya Salah”

3. PERANG SUDAH LAMA USAI:

Joe Henrich, Profesor Antropologi dari Harvard University menemukan bahwa para pemuda yang hidup di zaman perang, akan cenderung “suka bekerjasama” bahkan 30 tahun setelah perang usai. Di Amerika dan Eropa, mereka disebut “The Greatest Generation”.

(Abdul Hamid)