Pedagang melayani pembeli ayam di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, Selasa (9/8). Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memanggil 12 perusahaan yang diduga melakukan praktik kartel dengan mengatur stok daging ayam. Dua belas perusahaan tersebut diduga bersekongkol memusnahkan enam juta ekor bibit ayam. Praktik ini diduga sebagai penyebab naiknya harga daging ayam beberapa waktu lalu. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jakarta, aktual.com – Harga kebutuhan pokok seperti daging ayam di beberapa pasar induk Jakarta mulai naik menjelang bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah menyusul tingginya permintaan konsumen.

Seperti yang terjadi di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (3/5). Harga daging ayam dua hari menjelang Ramadhan mencapai angka Rp28.000 per kilogram.

“Awalnya Rp20.000 sampai Rp24.000 per kilonya. Tapi sudah mau puasa, ya, ada kenaikan sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000,” ujar Robi, salah satu pedagang daging ayam negeri di Pasar Senen.

Sementara itu, kenaikan yang sama juga didapati di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur. Saat ini, di pasar tersebut, daging ayam berada di kisaran Rp27.000 hingga Rp28.000 per kilogram.

Merdi, salah satu pedagang ayam di pasar tersebut mengatakan kenaikan harga daging ayam disebabkan oleh tingginya permintaan konsumen.

“Permintaan dari pembeli banyak, tapi tidak seimbang sama (daging ayam) yang masuk. Lumayan bikin pusing juga,” ujar Merdi sambil.

Di sisi lain, beberapa pembeli yang tengah berbelanja daging ayam hari ini mengungkapkan bahwa kenaikan menjelang bulan Ramadhan merupakan hal yang biasa.

“Ya kalau harga naik pas mau puasa gini ya wajar, lah. Tapi menurut saya kenaikannya masih normal, kok,” ujar Erawati, pembeli daging ayam di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.

Daging sapi

Harga daging sapi di beberapa pasar induk Jakarta dua hari menjelang bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah masih cenderung stabil dan belum mengalami kenaikan.

Seperti di Pasar Jatinegara, harga daging sapi per kilogramnya masih berada pada kisaran Rp120.000 per kilogram.

“Masih normal harganya. Untuk yang sapi lokal harganya Rp120.000 per kilogram. Kalau yang daging impor antara Rp100.000 sampai Rp120.000 per kilogram,” ujar pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara, Udin.

Udin juga menambahkan bahwa kenaikan harga daging sapi biasanya terjadi seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.”Nanti biasanya naik seminggu sebelum lebaran. Terus habis lebaran nanti harganya normal lagi,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ridwan, pedagang daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga daging sapi, selain dipicu dengan permintaan konsumen, juga tergantung dari ongkos potong di tempat penjagalan.

“Kalau ongkos potong tidak ada perubahan, ya harga daging akan tetap stabil,” kata dia.

Ant.

(Zaenal Arifin)