Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Penguatan nilai tukar (kurs) rupiah, Kamis pagi, sebesar 30 poin menjadi Rp14.095 per dolar AS, didorong harapan tercapainya perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail.

“Penyelesaian perang dagang antara AS-China memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya di Jakarta, Kamis (10/1).

Situasi itu, lanjut dia, memberi dampak positif bagi fluktuasi rupiah sehingga kembali bergerak di area positif.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan penguatan rupiah berlanjut merespon mata uang China yang terapresiasi.

“Mata uang yuan China yang positif berimbas pada sejumlah mata uang di kawasan Asia lainnya, termasuk rupiah,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan, agar pelaku pasar tetap mewaspadai berbagai macam sentimen yang dapat membuat laju rupiah tertahan.

(Abdul Hamid)