“Kita menjawab saudara kita dengan argumentasi intelektual. Sebab para masyayikh kita ahli ilmu. Ahluth thariqah itu wajib berilmu,” paparnya.

Pengasuh Ma’had Arraudhah juga mencontohkan Sayyid Abdullah bin Muhammad Shiddiq Al Ghumari menguasai 13 cabang ilmu. Sehingga segala sesuatu itu harus dengan ilmu, sanad itu bagian dari agama. Baik sanad thariqah, sanad ilmu dan lain sebagainya.

“Tiga prinsip ahlut thariqah, yaitu memenuhi aktifitas dengan kapasitas ilmu, dzikir dan khidmat. Semoga kita bisa memberikan kualitas yang lebih baik khususnya bagi ahlith thariqah,” pungkasnya.

Sementara itu Rais Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta, Dr. KH. Hamdan Rasyid, MA menyampaikan bahwa dalam kegiatan Thariqah selalu memadukan aspek keislaman dan kebangsaan.

“Maka dalam setiap acara Thariqah ada pembacaan Al Qur’an dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Inilah saat kita membaca Al Qur’an di saat yang sama kita sadar bahwa kita lahir, tumbuh, belajar, mencari nafkah di Indonesia maka tanamkan hubbul wathan minal iman, kecintaan kepada tanah air,” ungkapnya.

Kian Hamdan yang juga anggota Komisi Fatwa MUI tersebut juga mengajak sesama anak bangsa untuk merajut silaturahim dan menjunung tinggi persatuan dan kesatuan.

(Abdul Hamid)