Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi (tengah) didampingi sejumlah pejabat Kemenpora mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/9). Rapat tersebut membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA - K/L) Tahun 2018. AKTUAL/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.com – Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy, diyakini terbukti memberikan uang Rp 11,5 miliar kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Uang itu diberikan melalui staf pribadi Imam, Miftahul Ulum dan staf protokol Kemenpora, Arief Susanto. 
Hal tersebut terkuak oleh majelis hakim yang disampaikan dalam pertimbangan putusan terhadap Ending Fuad Hamidy yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (20/5).
“Berdasarkan fakta dan pertimbangam hukum, perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur memberi sesuatu,” ujar ketua majelis, Rustiyono.
Menurut hakim, staf Imam, Miftahul Ulum menerima uang dengan rincian, Rp 2 miliar pada Maret 2018. Penyerahan di Kantor KONI. Kemudian, Rp 500 juta diserahkan pada Februari 2018 di ruang kerja Sekjen KONI. Selanjutnya, Rp 3 miliar melalui staf protokol Arief Susanto yang menjadi orang suruhan Ulum.
Selanjutnya, Rp 3 miliar kepada Ulum di ruang kerja Sekjen KONI pada Mei 2018. Dan penyerahan Rp 3 miliar dalam mata uang asing. Uang diserahkan sebelum lebaran di Lapangan Tenis Kemenpora pada 2018. Meski Imam dan stafnya membantah menerima uang, namun pemberian uang itu diakui oleh para terdakwa dan saksi lainnya. 
Dalam putusan, Ending Fuad Hamidy divonis 2 tahun 8 bulan penjara dan dihukum membayar denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan. Hamidy terbukti menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanta.
Perbuatan itu dilakukan Hamidy bersama-sama dengan Bendahara KONI Johny E Awuy. Ending dan Johny terbukti memberikan 1 unit Toyota Fortuner hitam dan uang Rp 300 juta kepada Mulyana. Selain itu, Mulyana diberikan kartu ATM debit BNI dengan saldo Rp 100 juta. 
Seiring berjalannya waktu, bahkan Johny dan Hamidy juga memberikan ponsel merek Samsung Galaxy Note 9 kepada Mulyana. Selain itu, Hamidy juga memberikan uang Rp 215 juta kepada Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.
Pemberian hadiah berupa uang dan barang itu bertujuan supaya Mulyana dan dua orang lainnya membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora RI yang akan diberikan kepada KONI. 
Diketahui, KONI mengajukan proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018. Proposal dukungan KONI untuk pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi Tahun 2018. 
(Fadlan Butho)