Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto saat akan mengumumkan hasil pemilihan presiden 2019 dan legislatif di kantor DPP PDIP, Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019). AKTUAL/Tino Oktaviano
Jakarta, Aktual.com – Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim memiliki 25 ribu bukti kecurangan Pilpres 2019. 
Hanya saja, oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, klaim kubu 01 tersebut tak ditanggapi serius. 
“Ya masukin aja, biar nanti menjadi tambahan data yang harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Juru Bicara BPN Ferry Juliantono di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis (25/4).
Namun, dia membantah tudingan Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto yang menyebut kubu Prabowo-Sandi melakukan politik uang (money politics, red). 
Wilayahnya menurut Sekjen PDIP itu meliputi Jawa Barat maupun di Jawa Timur. Akan tetapi hal tersebut mudah dipatahkan Ferri. 
Sebab, kata dia, mustahil pihak oposisi yang melakukan kecurangan. “Enggak mungkin oposisi yang curang lah, di mana-mana yang berkuasa yang curang,” ujar Waketum Gerindra ini.
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat maupun tim yang bertugas di lapangan terkait dugaan kecurangan termasuk di dalamnya money politics.
“Praktik money politics yang juga dilakukan secara masif dengan simbol 2, simbol 2 itu dua ratus ribuan. Kami temukan itu di Jabar, di Jatim, kami temukan,” kata Hasto di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta, Kamis (25/4). 
(Fadlan Butho)