(Ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan hasil-hasil pembangunan sepanjang 4 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mulai dari tingkat pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketimpangan, pengurangan angka pengangguran, inflasi, dan pengurangan kemiskinan menunjukkan perbaikan. Bahkan Menteri Perekonomian Darmin Nasution memaparkan lebih jauh bahwa indikator lainnya seperti utang luar negeri, indeks ketahanan pangan, inflasi pangan, termasuk perluasan akses kelistrikan juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan.

“Selama empat tahun pemerintahan Jokowi-JK ini fundamental ekonomi makro Indonesia sehat dan kuat,” tegas Menko Perekonomian Darmin Nasution.

Paparan menko perekonomian
Paparan menko perekonomian

Pertumbuhan ekonomi dari tahun 2014 – 2017 meningkat dari 5,02 persen ke 5,17 persen pada semester 1 2018, sedangkan tingkat kemiskinan mencapai 9,82%. Rasio gini tersebut membaik 0,389 selama 7-8 tahun terakhir. Tingkat pengangguran konsisten menurun yaitu 5,13%. Tingkat inflasi dalam 4 tahun terakhir jauh lebih stabil di angka 3,5%. Selanjutnya kinerja fiskal jelas makin menguat.

“Memang sempat 2-3 tahun lalu ada kelemahan, terutama kegiatan ekonomi sektor riil. Kita terus membangun infrastruktur. Ada banyak mengkritik utang jaman pemerintahan ini angkanya tinggi. Tapi kini dibarengi pertumbuhan ekonomi yang stabil,” jelasnya.

Sedangkan indeks ketahanan pangan tahun 2016 mencapai 71, kemudian menurun menjadi 69 lalu menjadi 65. Kalau dilihat dari indeksnya sendiri 63,6. Indonesia memang masih agak kalah dengan Malaysia, Thailand, Vietnam. Yang perlu dicatat indeks elektabliitasi, yang menyangkut kesejahteraan masyarakat. Kita sudah jauh membaik karena sekarang sudah diangka 97,50. Menko Darmin menyampaikan perbedaan strategi pembangunan Jokowi-JK dengan pemerintahan terdahulu adalah penyeimbang dalam menjaga supply dan demand. kalau demand itu moneter dan fiskal, kalau supply itu membangun infrastruktur.

“Apa manfaatnya menjaga supply dan demand seimbang? Transformasi ekonomi tanpa harus melakukan perpindahan orang dari pertanian ke industri. Dengan semua itu pada tahun berikutnya sudah jauh lebih siap untuk menentukan transformasi ekonomi. Kita harus kembangkan segera yang namanya logistik. Kita masih perlu meningkatkannya,” pungkasnya.

Next: Sektor Pariwisata dan Telekomunikasi

(Ismed Eka Kusuma)