Musim Kemarau
Foto udara sawah yang mengering akibat musim kemarau di Kampung Sukamanah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (8/10). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Jabar mencapai 41.946 hektare. Guna menekan dampak kekeringan, Pemerintah Daerah telah menyalurkan 4,3 liter bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/pras/18.

Makassar, Aktual.com – Sebanyak empat ribu hektare lahan sawah yang tersebar di Kabupaten Bulukumba, Bone, Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diperkirakan terdampak kekeringan.

“Di daerah-daerah ini sebenarnya sudah kami peringatkan agar tidak menanam padi, tetapi petani tetap mencoba dengan harapan akan ada hujan, tetapi ternyata tidak ada,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Sulsel Fitriani yang ditemui di Makassar, Selasa (9/10).

Menurut Fitriani angka empat ribu hektare tersebut tergolong sangat kecil jika dibandingkan dengan luas pertanaman padi Sulsel yang mencapai satu juta hektare per tahun, sehingga pihaknya optimis kekeringan ini tidak akan mengganggu produksi beras Sulsel secara keseluruhan.

Dampak kekeringan tersebut, lanjutnya, bervariasi mulai dari yang ringan sehingga masih dapat dipulihkan, hingga terdampak sedang. Sedangkan yang terdampak berat hingga menyebabkan gagal panen hanya terdapat di beberapa titik dengan luasan lima hingga sepuluh hektare.

Pihaknya, kata Fitriani, juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi kekeringan yang cukup penjang ini.

“Kami sudah minta agar kabupaten/kota agar mengerahkan Brigade Alsintan yang menyiapkan bantuan pompa bagi petani,” ujarnya.

Meski tidak menyebutkan secara detil jumlah pompa yang disiapkan, Fitriani mengaku jumlah pompa tersebut dapat mencukupi kebutuhan petani di daerah.

“Seperti di Kabupaten Wajo saja misalnya, ada ratusan pompa di sana,” ujarnya.

Pihaknya, kata dia, juga telah mengajak petani menjadi peserta asuransi, sehingga petani yang mengalami gagal panen dapat mengklaim asuransi sebesar Rp6 juta per hektare.

“Kami juga telah menyiapkan benih cadangan bagi petani yang gagal panen,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Andi Sudirman Sulaiman telah menargetkan 250 ribu hektare lahan tadah hujan di wilayah tersebut akan menjadi lahan yang teririgasi dalam lima tahun mendatang.

“Kami minta pemerintah kabupaten/kota untuk segera memasukkan usulannya (lokasi dan luas lahan yang membutuhkan irigasi), agar bisa dianggarkan tahun 2019 mendatang,” kata Andi Sudirman.

Ia meminta pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah kabupaten/kota untuk fokus pada program tersebut, sehingga dalam lima tahun, semua lahan tadah hujan bisa dialiri air dari sistem irigasi.

“Pada intinya, kita upayakan bagaimana semua sawah bisa dialiri air. Percuma pemerintah siapkan bibit dan alsintan, kalau airnya bermasalah,” ungkapnya.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: