Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini diprediksi melemah dipengaruhi sentimen global terutama meningkatnya harga minyak dunia, meskipun menguat pada pembukaan perdagangan pagi.

Rupiah Senin (24/6) pagi menguat 15 poin menjadi Rp14.140 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.155 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pergerakan rupiah hari ini akan dipengaruhi sentimen global yaitu harga minyak mentah yang bergerak naik akibat dipicu krisis teluk.

“Krisis teluk ini menambah risiko global di tengah isu perang dagang AS-China saat ini,” ujar Lana.

Harga minyak mentah sejak minggu lalu bergerak naik dipicu oleh kekhawatiran serangan militer AS terhadap Iran, setelah Iran menyatakan telah menembak drone AS karena masuk kedalam wilayah Iran.

Pasca-penembakan tersebut, AS mengirimkan acaman untuk melakukan pembalasan, namun akhirnya Presiden Donald Trump membatalkan serangan balasan AS tersebut.

(Abdul Hamid)