Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar rupiah pada Jumat diperkirakan melemah seiring Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR).

“BI telah menaikkan kebijakan suku bunganya sejak Mei 2018 lalu mencapai 175 bps dari 4,25 persen menjadi enam persen. Kendati demikian kenaikan tersebut belum direspons oleh perbankan dengan menaikkan suku bunga kreditnya secara signifikan,” kata Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat (22/2).

Untuk suku bunga kredit modal kerja, lanjut Lana, naik tipis 0,08 persen sejak Mei hingga Desember 2018. Bahkan untuk suku bunga kredit konsumsi turun 0,67 persen, dan suku bunga investasi turun 0,19 persen.

“Turunnya suku bunga ini indikasi fokus perbankan yang cenderung memperbesar kredit konsumsi,” katanya. Dengan kondisi tersebut, kemungkinan BI bisa mempertahankan suku bunganya di enam persen hingga akhir 2019.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Kamis (21/2) lalu kememutuskan suku bunga acuan 7DRR tetap di level enam persen. Begitupun untuk suku bunga “Deposit Facility” tetap 5,25 persen dan suku bunga “Lending Facility” tetap 6,75 persen.

(Abdul Hamid)