Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini diprediksi sedikit melemah setelah dua hari berturut-turut menguat.

Kurs rupiah pada Jumat (21/6) pagi menguat 61 poin atau 0,43 persen menjadi Rp14.122 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.183 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan penguatan mata uang utama Asia seperti dolar Hong Kong dan dolar Singapura terhadap dolar AS bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini.

“Tetapi rupiah sudah menguat dalam dua hari ini, kemungkinan hari ini sedikit melemah,” ujar Lana.

Dari domestik, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) kemarin memutuskan suku bunga 7 Days Reverse Repo Rate tetap sebesar enam persen, begitupun suku bunga fasilitas deposito dan pinjaman juga tetap.

(Abdul Hamid)