Sri Mulyani: Rupiah Tembus 14.600 per Dolar AS Imbas dari Krisis Turki: Karyawan PT Ayu Masagung menghitung pecahan 100 dolar AS di Jakarta, Senin (13/8). Nilai tukar rupiah kembali merosot tajam hingga level 14.600 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin pekan ini. Sri Mulyani menyebutkan Tekanan terhadap rupiah disebut sebagai imbas dari krisis keuangan yang dialami oleh Turki. PATRARIZKI SYAHPUTRA/RM

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, terkoreksi dipicu kekhawatiran pelaku pasar terkait potensi kembali memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Rupiah pagi ini melemah 22 poin menjadi Rp14.302 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya Rp14.280 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan pelaku pasar masih mengkhawatirkan ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap China.

“Sentimen pasar masih negatif dalam dua hari pasca Presiden Trump memberikan pernyataan ancaman penerapan tarif atas barang-barang impor China senilai 200 miliar dolar AS mulai minggu depan,” ujar Lana, Rabu (8/5).

Tidak hanya di pasar saham, kekhawatiran terhadap terhentinya kesepakatan juga membuat harga minyak mentah turun.

Isu perdagangan ini pun telah membuat ekonomi China melambat menjadi 6,4 persen pada kuartal I-2019 dari 6,8 persen pada kuartal I-2018, sedangkan ekonomi AS justru naik menjadi 3,2 persen dari 2,2 persen pada kuartal I-2018.

Lana memprediksi rupiah hari ini berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp14.280 per dolar AS hingga Rp14.300 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh: