Sri Mulyani: Rupiah Tembus 14.600 per Dolar AS Imbas dari Krisis Turki: Karyawan PT Ayu Masagung menghitung pecahan 100 dolar AS di Jakarta, Senin (13/8). Nilai tukar rupiah kembali merosot tajam hingga level 14.600 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin pekan ini. Sri Mulyani menyebutkan Tekanan terhadap rupiah disebut sebagai imbas dari krisis keuangan yang dialami oleh Turki. PATRARIZKI SYAHPUTRA/RM

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta diprediksi bergerak menguat sehari jelang gelaran pemilihan umum (pemilu) 2019.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan rupiah berpotensi bergerak positif didorong sentimen domestik yaitu suplusnya neraca perdagangan Maret 2019 yang dirilis Senin (15/4) lalu.

“Surplus neraca perdagangan mestinya bisa menjadi sentimen positif penguatan rupiah,” ujar Lana, Selasa (16/4).

Neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2019 mengalami surplus 540 juta dolar AS atau lebih tinggi dari posisi surplus Februari 2019 sebesar 330 juta dolar AS. Surplus neraca perdagangan dipicu oleh menurunnya jumlah impor, terutama impor bahan baku dan penolong.

Namun pada periode Januari-Maret 2019, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami defisit 190 juta dolar AS. Defisit tersebut karena neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus, sedangkan neraca perdagangan migasnya defisit.

(Abdul Hamid)