Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah pascakeputusan Bank Indonesia menahan suku bunga acuannya di level enam persen.

Rupiah melemah 13 poin atau 0,09 persen menjadi Rp14.465 per dolar AS, dibandingkan hari sebelumnya Rp14.452 per dolar AS.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan saat ini mulai berkembang spekulasi BI akan menurunkan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang akan tertekan karena defisit neraca perdagangan yang melebar.

“Namun, menurunkan suku bunga bukan kebijakan yang efektif untuk mengurangi defisit. Kami perkirakan BI belum mengubah stance kebijakan suku bunganya dalam waktu dekat,” ujar Lana.

Dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur BI Kamis (16/5/2019), bank sentral menilai suku bunga acuan saat ini masih mampu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang kembali meningkat.

(Abdul Hamid)