Boyolali, Aktual.com – Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Boyolali menyatakan poster bergambar Joko Widodo (Jokowi) memakai mahkota yang sebelumnya terpasang di pohon-pohon, kini sudah ditertibkan seluruhnya.

“Bawaslu memantau poster itu sudah bersih dan yang menurunkan dari pihak DPC PDIP Kabupaten Boyolali,” kata Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Boyolali Rubiyanto di Boyolali, Rabu (21/11).

Menurut Rubiyanto, setiap alat peraga kampanye sudah diatur sesuai dengan desain, jumlah, dan tempat pemasangan.

Poster Jokowi bermahkota raja yang sebelumnya banyak terpasang di pohon-pohon itu, menurut dia, tidak sesuai desain dari partai politik.

Selain itu, pihak PDIP Boyolali juga telah mengirimkan surat resmi ke Bawaslu yang intinya bukan dari partainya yang memasang poster itu. Mereka juga merasa dirugikan.

“Poster-poster itu tidak sesuai dengan desain yang dibuat oleh parpol,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Boyolali S. Paryanto mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan siapa yang memasang poster-poster bergambar Jokowi mengenakan mahkota raja di Boyolali beberapa waktu lalu.

Paryanto mengatakan bahwa pihaknya sudah mengomunikasi terus, dan menyisir seluruh wilayah untuk melepas poster bergambar Jokowi bermahkota raja.

“Bahkan, ada logo partai juga. Gambar Pak Jokowi dan mahkota itu, juga tidak pas karena beliau sebagai presiden pemimpin negara ini. Kami juga tahu di Indonesia untuk mencapai puncak kekuasaan politik adalah dengan demokrasi, bukan sebagai raja,” kata Paryanto.

Oleh karena itu, pihaknya melihat poster tersebut langsung diturunkan dan sudah dikumpulkan di kantor partai.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga belum menerima komplain siapa yang memasang setelah poster itu diturunkan semuanya. “Kami masih dalam pencarian siapa yang memasang poster itu, dan siapa yang memproduksinya. Kami masih tahap pengejaran. Hampir semua wilayah ada psoter itu. Akan tetapi, sudah diturunkan semuanya,” katanya.

Pada penyelidikan siapa yang memasang, kata Paryanto, masih pendalaman.

“Kami merasa dirugikan dengan poster-poster itu karena bentuk pelecehan. Oleh karena itu, kami langsung menurunkan poster itu, dan Boyolali sudah bersih,” ujarnya.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: