Jakarta, Aktual.co — Pemilik toko burung di pasar burung Barito, Jakarta Selatan, Joko mengungkapkan, bahwa jenis burung perkutut yang bagus adalah jenis bangkok.  Harga perkutut bangkok yang dijual di kios burung miliknya, sekitar Rp2 juta- Rp2,5 juta. Kata Joko, biasanya orang tua yang suka memelihara jenis burung ini untuk bersantai.

“Kebanyakan mereka lebih suka perkutut dari pada burung ocehan. Kalau ocehan harus dibersihin kandangnya, dijemur, dimandiin, dikasih makan jangkrik. Kalau kutut enggak. Kalau ngasih makan dua hari tiga hari nggak apa-apa. Satu tempat makan bisa lima-enam hari,” urai Joko, di Jakarta Selatan.

Di tempat yang sama, Joko menerangkan, dalam merawat perkutut, pemilik harus jeli dan telaten. Setiap harinya, perkutut harus dijemur agar menghasilkan suara yang bagus. 

“Yang penting harus dijemur dan dikasih obat. Jemurnya pagi sampai sore biar kuat. Kalau kutut kurang dijemur suaranya kurang. Itu sudah pasti. Soalnya kutut senangnya tempat panas. Kutut, tekukur, puter itu sukanya panas. Kalau burung-burung lain gak kuat,” urainya menambahkan.

Agar stamina perkutut kuat dan tidak mudah sakit, saran Joko, pemilik bisa mengombinasikan dengan berbagai ramuan. “Kaya ramuan ya kencur, telor, madu. Ada yang sudah jadi harganya Rp15 ribu. Kalau yang murah kalau kiloan kan belum di apa-apain itu burung kurang suka. Burung sehat suara akan bagus,” terangnya lagi.

Terakhir, Joko memberikan tips kepada kami untuk menghasilkan suara perkutut bagus. “Kasih obat (kapsul) dan sambil dijemur udah cukup. Kalau kasih obat itu paling 3 bulan sudah bagus. Kalau kutut bangkok cepet. Paling gak semingggu dua kali. Dua kapsul. Kadang-kadang ada empat-enam,” katanya lagi.

()