Beijing, Aktual.com – Mantan pejabat otomotif China, yang disangka terlibat korupsi, kembali dari Selandia Baru untuk “menyerahkan diri” kepada pihak berwajib.

Seperti dikutip dari Kantor Berita Xinhua, Jumat (14/12), penyerahan diri Jiang Lei terjadi saat Beijing meningkatkan usaha memulangkan para buron. Operasi “sky-net”, yang disiarkan luas oleh China untuk mengembalikan tersangka korupsi, yang melarikan diri keluar negeri, adalah bagian penting dari kampanye Presiden Xi Jinping dalam membasmi korupsi.

Beijing baru-baru ini melipatgandakan usaha menekan tersangka korupsi, yang masih bercokol di luar negeri, agar menyerahkan diri dan menyiarkan rincian pribadi, seperti, alamat mereka.

Beberapa negara Barat enggan mengembalikan tersangka, atau menandatangani perjanjian ekstradisi dengan China, dengan pertimbangan sistem hukumnya tidak jelas, selain kekhawatiran akan pelanggaran hak asasi manusia dan kekurangan proses hukum.

Kembalinya Jiang Lei, mantan wakil presiden Asosiasi Pembuat Otomobil China, diatur oleh sayap internasional lembaga-lembaga anti-korupsi yang kuat negara itu bersama dengan penegak hukum Selandia Baru, kata Xinhua.

Dalam pernyataan yang dikirim melalui surat elektronik ke Reuters, Menteri Hukum Selandia Baru Andrew Little mengatakan Jiang tidak diekstradisi, tetapi menolak untuk memberi komentar lebih jauh.

Jiang kembali setelah pembicaraan dengan pihak berwenang China yang melibatkan pengacaranya, kata Kepolisian Selandia Baru.

“Jiang Lei telah kembali ke China secara sukarela, setelah perjanjian antara dirinya, pengacaranya dan pihak China,” kata wanita juru bicara. Kepolisian Selandia Baru bukan satu pihak yang terlibat dalam perjanjian tersebut tetapi mengetahui perundingan mengenai hal itu.

Interpol sudah mengeluarkan “red notice” -peringatan internasional bagi seorang yang dicari- bagi Jiang pada Agustus 2007, setelah jaksa China mengeluarkan surat perintah bagi penangkapannya.

Ia melarikan diri ke Selandia Baru pada April tahun itu. Perkara Jiang menunjukkan tindakan China untuk membawa ke pengadilan semua tersangka korupsi di luar negeri, kata seorang pejabat yang tak disebutkan identitasnya kepada Xinhua.

Mereka yang melarikan diri ke luar negeri sebaiknya “meninggalkan ilusi” dan mengambil peluang untuk menyerahkan diri agar menerima perlakuan lebih lunak, kata pejabat itu.

Pada 2017, sebanyak 1.700 tersangka buron dikembalikan ke China dari luar negeri, termasuk 347 pejabat dan 980 juta yuan (142 juta dolar AS) dalam bentuk aset, yang diambil secara gelap, dikuasai kembali.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)