Jakarta, Aktual.com – Mabes Polri menepis bahwa kegiatan Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019, bukan ajang dukung-mendukung salah satu calon presiden di tahun politik saat ini. 
Meski banyak poster dan spanduk yang terpampang terkesan mempromosikan calon presiden petahana Joko Widodo, namun Polri menilai hal itu hanya simbol kampanye keselamatan lalu lintas. 
“Tujuan polisi untuk framing branding MRSF utamanya mencegah jangan sampai kelompok milenial jadi korban kecelakaan lalu lintas,” ujar Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Senin (18/3). 
Menurutnya, polisi sulit mengendalikan massa dalam jumlah besar seperti acara MRSF. Apalagi pihak atau kelompok itu melakukan aksi politik terselubungnya di tengah-tengah kerumunan. 
“Ketika kumpul ratusan ribu manusia siapa yang bisa mengendalikan itu. Spontanitas pasti akan terjadi terori psikologi massa. Ketika kumpulan massa banyak tidak ada yang bisa kendalikan,” kata Dedi berdalih. 
Oleh karenanya Polri menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan atribut politis dan berbuat hal yang dapat memicu adanya reaksi dalam situasi sensitif menjelang pemilu April nanti.
“Tapi dari awal kami sampaikan forum ini tidak ada kaitannya dengan pemilu. Para peserta pngunjung juga tidak boleh menggunakan atribut partai atau teriakan dukungan salah satu pasangan.” 
“Jadi gak boleh. Sudah diingatkan. Tetapi kadang masyarakat spontan langsung seperti itu (berkampanye). Hal itu terjadi di beberapa wilayah, kita sudah ingatkan dari awal. Tujuan utama kita selamatkan bangsa dan negara khususnya milenial.” 
(Fadlan Butho)