Jakarta, Aktual.com – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto bakal menolak siapapun utusan Joko Widodo dalam misi rekonsiliasi. Tak terkecuali Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan. 
Merespon itu, Persaudaraan Alumni (PA) 212 beberkan alasan Prabowo enggan menerima perwakilan capres petahana, apalagi untuk membahas Pemilu 2019 pasca pencoblosan 17 April, lalu. 
Menurut Ketua PA 212 Ustad Slamet Maarif, sikap tegas Prabowo menolak untuk bertemu kubu 01 pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin atas saran para ulama. 
“Bahwa ulama telah menyarankan agar tidak terima utusan Jokowi,” katanya di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/4). 
Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini pasangan cawapres Sandiaga Salahudin Uno itu, memilih mendengar saran ulama apabila menyangkut kepentingan bangsa dan negara. 
“Ulama menyarankan jangan bertemu dulu, biarkan fokus dengan pekerjaannya masing-masing dan alhamdulillah beliau ikut saran itu demi kebaikan bersama, insya Allah,” ucapnya. 
Meski begitu dirinya pun tak persoalkan imbauan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar Jokowi dan Prabowo Subianto bertemu langsung tanpa mediator.
“Ya kalau bertemu apalagi sama anak bangsa, warga negara, sesama muslim silakan saja,” terang Wakil Ketua BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.
Namun, kata dia, proses Pilpres 2019 masih berjalan. Sehingga alangkah lebih baik pertemuan dijadwalkan setelah pengumuman KPU. 
“Jadi kita juga menyarankan kepada Pak Prabowo, nanti sajalah kalau sudah ada keputusan resmi baru ketemu,” ungkap Slamet Maarif. 
Sebab, praktik curang terjadi dimana-mana dan masif. “Masih sangat riskan kondisi di bawah karena pembuktian kecurangannya sangat tinggi untuk kita buktikan,” tuturnya. 
Sehingga, tambah dia, biarkan saja BPN Prabowo-Sandi fokus mengumpulkan C1 atau mengumpulkan bukti kecurangan. “Kubu sana silakan fokus dengan kerjaan kubu sana. Ada saatnya nanti insya Allah bertemu,” tandasnya. 
(Fadlan Butho)