Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat ditutup terkoreksi di tengah antisipasi investor terhadap kebijakan suku bunga the Fed.

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 7,87 poin atau 0,13 persen menjadi 6.169,84. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 0,56 poin atau 0,06 persen menjadi 986,65.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan pergerakan IHSG mengalami tekanan pada akhir pekan ini setelah sempat berada di area positif, antisipasi investor terhadap sentimen eksternal membuat pergerakan indeks bervariasi.

“Kebijakan suku bunga Fed masih menjadi perhatian pasar, di tengah situasi itu investor hanya memanfaatkan momentum fluktuasi saham,” ujarnya, Jumat (14/12).

Ia menambahkan nilai tukar rupiah yang mengalami depresiasi terhadap dolar AS turut memberi pengaruh negatif bagi pergerakan bursa saham domestik.

(Andy Abdul Hamid)