Tarutung, Aktual.com – Festival Tenun Nusantara yang digelar di beberapa kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara diharapkan mengangkat derajat penenun, kata kurator festival itu, Lefidus Malau.

“Selama ini karya fesyen yang menggunakan tenun selalu mengangkat desainernya. Pada festival ini kami memunculkan penenun sebagai seniman,” kata dia di Tarutung, Tapanuli Utara, Rabu (17/10).

Dia mengatakan festival tersebut berupaya mengangkat kembali kehormatan penentun yang selama ini terlantar. Menurut dia, selama ini tenun dapat dinikmati masyarakat hingga tingkat global, namun penenunnya tidak diketahui siapa.

Dia berharap suatu saat setiap tenun yang dibuat dapat dicantumkan nama sang penenun.

Festival yang berlangsung 13-17 Oktober itu menampilkan berbagai acara, antara lain pameran tenun, festival budaya, parade 1.000 ulos, hingga peragaan busana karya Edward Hutabarat.

Dalam acara tersebut, para penenun dari Tapanuli Utara juga ikut menjadi model dengan memamerkan tenun karya mereka. Para penenun juga diajari kembali cara mewarnai dengan menggunakan pewarna alami.

Kasubdit Program Evaluasi dan Dokumentasi Direktorat Kepercayaan dan Tradisi Agus Setiabudi mengharapkan festival tersebur meningkatkan pendapatan para penenun.

(Andy Abdul Hamid)