Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi III DPR M Syafii, mendukung tantangan yang diucapkan mantan Ketua MPR Amien Rais, terkait reklamasi. Pasalnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, ngotot ingin meneruskan proyek reklamasi Teluk Jakarta itu.

“Sejatinya mantan Ketua MPR, Amien Rais tidak perlu mengeluarkan tantangan terhadap Luhut, tapi karena sikap yang dikemukakan Luhut semakin tidak masuk akal, memang perlu ditonton oleh publik. Apa sih yang mendasari dia (Luhut) ngotot meneruskan reklamasi,” kata Syafii dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (18/5).

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, rakyat sudah menunjukkan kerugiannya, dan jaringan alat-alat komunikasi sudah menunjukkan kekhawatiran.

Selain itu, ujar dia, sejumlah menteri terkait juga sudah menyatakan penolakannya, hingga PTUN juga sudah mengabulkan gugatan warga terkait reklamasi.

“Ini ada apa? Kita perlu mendengar itu. Kalau Luhut merasa yakin itu efektif dan bermanfaat, kenapa dia harus takut, ngomong dong. Sebelumnya ketika Ahok diprediksi menang, salah satu programmya lanjutkan reklamasi. Tapi begitu Ahok kalah, program tersebut diambil alih pemerintah pusat,” katanya.

Untuk itu, ia berpendapat bahwa tantangan Amien Rais itu baik dan bila memang proyek reklamasi secara obyektif memang bermanfaat, apa salahnya mengkomunikasikan program itu lewat debat yang ditantang Amien Rais.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan, pemerintah berkeinginan proyek reklamasi Teluk Jakarta tetap dilaksanakan, karena urgensi dan fungsinya bagi keberlanjutan wilayah DKI Jakarta.

“Saya ‘nggak’ lihat ada alasan (dihentikannya reklamasi), tapi kalau mau distop, ya, bikin ‘aja’ situ stop, nanti kalau sudah Jakarta tenggelam atau menurun, ya, tanggung jawab. Jadi, jangan lari dari tanggung jawab di kemudian hari,” kata Luhut di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (8/5).

Pernyataan Menkomaritim tersebut disampaikan untuk mengomentari janji kampanye gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang akan menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta.

 

Ant.

()