Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah berpeluang melemah akibat sentimen global, meskipun pada transaksi antarbank di Jakarta, Jumat, rupiah bergerak menguat sebesar 34 poin ke posisi Rp14.268 dibandingkan sebelumnya Rp14.302 per dolar AS.

“Peluang pelemahan pun kembali dapat dimungkinkan jika tidak adanya sentimen yang dapat menahan penurunan yang terjadi, terutama dari pergerakan dolar AS yang cenderung kembali meningkat,” kata Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (7/12).

Pelemahan rupiah pada pembukaan pagi hari ini melanjutkan pelemahan rupiah hari sebelumnya yang terimbas sentimen global terutama dari ditangkapnya salah satu petinggi Huawei di Kanada.

Adanya kejadian tersebut membuat pelaku pasar khawatir hubungan dagang antara AS dan China sehingga mengantisipasi dengan mengambil posisi pada dolar AS. Akibatnya pergerakan Dolar AS kembali melanjutkan kenaikannya.

Sebelumnya, pelemahan masih terjadi pada rupiah meski dibarengi dengan adanya sejumlah sentimen positif dari internal makroekonomi Indonesia.

(Andy Abdul Hamid)