Suasana museum Bursa Efek Indoneaia (BEI) di Jakarta, Kamis (26/4). Kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) yang masih akan berlangsung hingga tahun depan serta imbal hasil surat utang AS yang menembus level psikologis menyebabkan pasar saham Asia meriang sepekan ini. IHSG turun 2,81% ke 5.909. IHSG menggenapi penurunan sepekan atau lima hari perdagangan berturut-turut. Kamis (26/4), Dalam lima hari penurunan, IHSG merosot 7,03%. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Rabu dipengaruhi proyeksi perlambatan ekonomi global dan belum tercapainya kesepakatan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

IHSG dibuka melemah 15,66 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.452,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak melemah 3,92 poin atau 0,38 persen menjadi 1.027,15.

“Outlook ekonomi yang global yang cukup terjal, juga belum tercapainya kesepakatan AS-Cina, serta reli IHSG yang cukup tinggi, dapat membuka kemungkinan koreksi hari ini,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Rabu.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan perekonomian dunia dari 3,7 persen tahun ini menjadi 3,5 persen. Sebelumnya IMF telah menurunkan proyeksinya dari 3,9 persen.

Sedangkan pertumbuhan negara-negara berkembang turun dari 4,6 persen menjadi 4,5 persen, dan Cina melamban dari 6,6 persen pada estimasi 2018 menjadi 6,2 persen.

Artikel ini ditulis oleh: