Jakarta, aktual.com – Lembaga riset Internasional, McKinsey Global Institute pernah meramalkan bahwa Indonesia pada tahun 2030 akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia. Sementara pakar Ekonomi dari Crawford School of Public Policy Australian National University, Hal Hill, memproyeksikan tahun 2050 Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia. Empat besar itu adalah Cina, India, Amerika Serikat, dan Indonesia.

Kacung Marijan, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, berpendapat bahwa prediksi Mc McKinsey dan Hal Hill itu sangat masuk akal. Tetapi, menurut Kacung, untuk menuju ke sana, perlu persiapan yang matang, sistematis, dan tersrtuktur.

“Faktor perencanaan menjadi kata kunci. Di era Pak Harto, keunggulannya adalah adanya faktor perencanaannya,” kata Kacung, melalui siaran peranya di Jakarta, Senin (10/6).

Karena itu ia berharap, agar pemerintahan Indonesia saat ini dan ke depan memperhatikan faktor perencanaan tersebut.

Di era Pak Harto, ada Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun), setiap etape ada sasaran yang hendak dituju. Perencanaan lima tahunan ini ternyata ampuh untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

Faktor kedua, menurut Kacung, adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Ini berkait dengan pendidikan dan kesehatan. Orang harus dipintarkan dan sehat untuk bisa bersaing di ranah global,” katanya. Di era Pak Harto, menurut Kacung, SD Ipres dan Puskemas jadi andalan dan digalakkan. “Ini adalah masalah mendasar dalam pembangunan suatu bangsa,” katanya.

Adapun faktor ketiga, meminimalisir kesenjanga antar daerah, kaya dan miskin. “Itu sebabnya, infrastruktur mesti diperhatikan,” katanya. Infrastruktur yang berupa jalan, sarana dan prasarana, menurut Kacung, yang akan mengoneksikan dengan daya dukung ekonomi yang ada di daerah dan kota.

Chairman McKinsey Global Institute, Raoul Oberman, pernah datang ke Jakarta guna memaparkan presentasi di acara “Penyatuan Visi Bersama Menuju Indonesia Maju 2030” yang diselenggarakan Komite Ekonomi Nasional (KEN) di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (13/11/2012). Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu Raoul menyatakan bahwa “ramalan”nya tentang Indonesia pada tahun 2030 menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia itu bukan asal bicara. “Tetapi berdasarkan penelitian selama 6 bulan,” katanya.

Sedangkan Hal Hill pernah berbicara di depan akademisi Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, pada 22 Oktober 2016. Waktu itu, Hal Hill mengatakan bahwa negara-negara besar yang tergolong maju saat ini belum tentu akan sama majunya di masa yang akan datang. “Karena pusat daya tarik dunia mulai bergerak dari kawasan Laut Atlantik ke kawasan Asia Pasifik,” katanya.

“Indonesia diproyeksikan mengalami kenaikan sangat signifikan, yakni dari urutan kesembilan menjadi keempat dunia di tahun 2050,” simpulnya.

(Zaenal Arifin)