Manado, Aktual.com – Nilai impor Provinsi Sulawesi Utara Sulut pada bulan September 2018 mengalami peningkatan yang sangat besar, yaitu mencapai 623% jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Ateng Hartono mengatakan nilai impor pada bulan Agustus 2018 hanya sebesar 5,195 juta dolar Amerika Serikat (AS) saja. Namun pada September, terbang tinggi hingga 623% menjadi 37,560 juta dolar AS.

Dia mengatakan nilai impor Sulut pada September 2018 mengalami peningkatan yang sangat dahsyat, lebih dari enam kali lipat dibandingkan nilai impor pada Agustus 2018 (m-to-m), dan meningkat hampir 5 kali lipat dibandingkan dengan nilainya di September 2017 (y-on-y).

Dilihat menurut golongan barang HS2 digit, bahan bakar mineral kembali menjadi kontributor terbesar terhadap nilai impor Sulawesi Utara pada September 2018.

Dia mengatakan hal ini menggeser posisi mesin-mesin/pesawat mekanik yang menjadi top position pada bulan sebelumnya, menunjukkan nilai impor golongan barang ini mengalami peningkatan yang besar dari Agustus 2018 (m-to-m).

Demikian pula secara kumulatif dari Januari sampai September, pada tahun 2018 mengalami peningkatan yang besar dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada September 2018, Tiongkok kembali menjadi negara pemasok terbesar komoditi impor untuk Sulawesi Utara, belum merubah dominasinya seperti pada bulan sebelumnya.

Adapun komoditas utama yang dibeli dari negeri tirai bambu tersebut adalah mesin-mesin/Pesawat.

Ant.

(Teuku Wildan)