Menko Polhukam Wiranto, didampingi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, menghadiri rapat pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Rabu (18/1/2017). Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat pleno ke-14. Rapat pleno sendiri akan membahas kerjasama ulama dan umaro untuk kemajuan bangsa. AKTUAL/Munzir
Menko Polhukam Wiranto, didampingi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, menghadiri rapat pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta, Rabu (18/1/2017). Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat pleno ke-14. Rapat pleno sendiri akan membahas kerjasama ulama dan umaro untuk kemajuan bangsa. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.Com – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai mitra strategis pemerintah ketika menghadapi persoalan bangsa.

“Partner pemerintah paling tepat adalah MUI, karena Islam merupakan mayoritas,” ungkap Wiranto disela-sela Rapat Pleno ke-14 Dewan Pertimbangan MUI di Gedung MUI, Menteng, Jakarta, Rabu 18 Januari 2017.

“Ilmunya ulama kita serap, bersama-sama membuat negeri ini aman,” tambah Wiranto.

Ancaman bangsa dewasa ini kata dia tak bisa dihadapi pemerintah sendiri, tetapi juga memerlukan peran semua elemen masyarakat.

Ditambah lagi sambung Wiranto, ancaman pada masa kini sudah bersifat non-konvensional.

“Ada perubahan ancaman yang lebih dahsyat, bukan lagi yang tradisional, tapi seperti terorisme, radikalisme, narkoba, illegal logging, dan perdagangan manusia,” terang Wiranto.

Kerja sama yang terjalin antara pemerintah dan MUI, kata Wiranto juga untuk menghadapi ancaman yang muncul dari aktivitas di dunia maya atau internet. MUI dinilai dapat memberikan himbauan yang dapat atasi efek negatif dari lalu lintas informasi di internet itu sendiri.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Bawaan Situs