Pedagang sayur di Pangkalpinang merugi. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Daya beli masyarakat yang masih melemah tak cuma dikeluhkan oleh masyarakat bawah, tapi juga oleh kalangan pengusaha. Pasalnya, jika daya beli anjlok, dunia usaha juga bakal menanggung beban yang berat.

Makanya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani meminta pemerintah untuk memberikan insentif pajak dari sisi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kadin minta pemerintah membebaskan PPN ini untuk jangka waktu tertentu.

“Karena selama ini, PPN menjadi salah satu komponen yang membuat harga barang lebih tinggi. Sehingga membebani masyarakat dan daya beli pun menjadi melemah,” ungkap Rosan di depan Dirjen Pajak Kemnkeu Robert Pakpahan di Jakarta, Rabu (20/12).

Rosan menegaskan, jika ada insentif itu maka pertumbuhan ekonomi akan terkerek naik. Apalagi kontribusi perekonomian itu tertinggi berasal dari konsumsi domestik yakni konsumsi rumah tangga. Baginya, insentif itu tak perlu lama-lama yang penting bisa mengerek pertumbuhan ekonomi.

“Mungkin insentif PPN-nya bisa seminggu hingga sebulan agar daya beli masyarakat bisa naik. Karena kalau begitu, perekonomian kita growth-nya menjadi lebih baik. Kalau orang spending, perekonomian akan jalan,” dia menegaskan.