Pekanbaru, Aktual.com – Tabligh akbar ustadz Abdul Somad bersama ustadz Felix Siauw di Masjid Raudhatus Shalihin, Jalan Bukit Barisan Pekanbaru, Provinsi Riau, Ahad (26/8), mengajak ummat Islam mengutamakan akidah.

Akidah dikatakan ustadz Abdul Somad adalah keyakinan tentang Allah SWT, malaikat, surga dan neraka, azab kubur hingga jembatan “Shiratal Mustaqim”.

“Itu adalah salah satu pondasi Islam, di samping syariah dan akhlak,” katanya.

“Sekarang kita membahas pengawasan Allah SWT, walaupun kita dalam WC, kita sedang dikontrol Allah. Jadi yang duluan itu akidah baru syariah, orang yang tidak berakidah ibadahnya tidak diterima. Tidak berakidah walaupun akhlaknya sopan juga tidak diterima,” tambahnya.

Oleh karena itu yang terpenting dari ketiganya akidah, syariah, dan akhlak adalah akidah.

Tapi jangan pula, kata dia, habis pengajian ini kalau ditanya kenapa tidak shalat dijawab yang penting akidah, itu juga tidak benar.

“Karena bukti kalau akidah itu benar adalah syariah, makanya kalau tanamannya akidah, buahnya syariah. Kalau ada orang yang akidahnya benar tapi masih nabung di bank konvensional, tak benar juga akidahnya. Jika ingin syariah juga harus benar, maka beralihlah ke bank syariah,” katanya menegaskan.

Contoh lain tentang akidah yang kuat diceritakannya tentang hakim di Pekanbaru yang didatangi orang membawa uang. Hakim diminta orang itu menolong anaknya yang terlibat narkotika dan obat-obatan terlarang dengan meringankan perkara.

Namun hakim itu berkata “bawa pulang duit harammu, saya takkan mengubah apapun”.

Abdul Somad mengatakan bahwa yang benar dari hakim ini adalah akidahnya.

Kalau orang benar akidahnya, kata dia, akan berkata “Hebat Pak Hakim”. Tapi kalau orang yang tak benar akidahnya akan berkata “Hakim goblok, kenapa tak diambil? Jarang-jarang ada”.

“Jadi yang penting akidah, ada orang ibadah rajin tapi akidah tidak benar. Tapi hakim ini sudah selamat dari mungkar karena sebelum shalat dia sudah berakidah,” kata ustaddz yang sering disapa UAS ini.

Pada tabligh akbar ini diperkirakan ribuan ummat menghadiri. Bahkan Jalan Bukit Barisan jika dari Jalan Harapan Raya ditutup aksesnya karena ramainya masyarakat.