Kairo, Aktual.com – Presiden Sudan Omar al-Bashir, tidak akan menghadiri pertemuan di Arab Saudi pada Sabtu (20/5), di mana Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan untuk melakukan perjalanan internasional pertamanya.

Al-Bashir tidak akan menghadiri pertemuan puncak tersebut untuk “alasan khusus”, namun tidak mengemukakan alasannya. Dia menugaskan Menteri Luar Negeri Taha Al Hussein untuk menghadiri pertemuan puncak di Riyadh atas namanya.

Baca Juga :  Trump, Brexit, dan Masa Depan Globalisasi

Al-Bashir dicari karena kejahatan perang oleh Pengadilan Pidana Internasional (ICC) dan dijauhi oleh para pemimpin Barat.

Pada Rabu (17/5), menteri luar negeri Sudan telah mengatakan bahwa Al-Bashir akan menghadiri sebuah pertemuan di Arab Saudi, dimana pemimpin dari enam negara Dewan Kerja sama Teluk (GCC) dijadwalkan bertemu Trump berkunjung ke Arab Saudi pada Sabtu yang merupakan pemberhentian pertama perjalanan internasional perdananya sebagai Presiden yang juga akan membawa dia ke Israel dan Eropa.

Baca Juga :  Simpan Ganja Dalam Dubur, Bule Asal Inggris Ditangkap

“Donald Trump untuk pertama kalinya akan melakukan lawatan ke luar negeri sebagai presiden Amerika Serikat dan perjalanannya akan mencakup Israel, Vatikan dan Arab Saudi,” kata seorang pejabat tinggi pemerintah, seperti diberitakan Reuters, Jumat (19/5).

Trump juga akan menghadiri pertemuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussel pada 25 Mei.

“Setelah itu, ia akan menghadiri pertemuan puncak negara-negara anggota Kelompok Tujuh di Sisilia pada 26 Mei,” kata pejabat tersebut.

Baca Juga :  Korut Sebut Keputusan Pertemuan Davos Soal Nuklir Tidak Adil

 

Ant.

(Zaenal Arifin)