Ribuan umat dari berbagai elemen melakukan Apel Siaga Tolak Kebangkitan PKI di Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (3/6/2016). Dalam aksi Apel Siaga Ganyang PKI mendesak Presiden Jokowi untuk tidak meminta maaf terkait peristiwa 1965 dan memberi ruang bagi PKI.

Jakarta, Aktual.com – Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf Nuryanto mengajak para santri di Pondok Pesantren Aram-aram, Madura, Jawa Timur, memerangi paham Anti-Tuhan (Atheisme) dan Komunisme.

Saat menyampaikan penyuluhan wawasan kebangsaan di Pondok Pesantren Aram-Aram, Rabu (15/2), ia menyatakan bahwa atheisme dan komunisme bertentangan nilai-nilai agama dan ideologi bangsa, yakni Pancasila.

“Paham Komunisme cenderung atheis tidak mengenal atau mengakui adanya Tuhan, tidak sesuai dengan Ideologi Pancasila,” ucap Dandim sebagaimana keterangan tertulisnya yang disampaikan Pasi Intel Kapten Darminto di Pamekasan, Kamis (16/2).

Dalam sosialisasi bertema ‘Peran Pemuda dalam menghadapi Proxy War’, Dandim juga memaparkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, hingga akhirnya mampu meraih kemerdekaan dari tangan penjajah.

Para ulama dan santri ikut berperan aktif dalam upaya merebut kemerdekaan bangsa dari tangan penjajah. Karenanya, generasi penerus ulama yakni para santri harus juga memiliki semangat juang yang kuat.

“Santri juga harus tekun melaksanakan ibadah, menjalankan tuntutan agama Islam, hindari perbuatan yang dilarang dalam tuntutan agama Islam termasuk jangan terlibat dengan narkoba,” terang Dandim.

Semua nilai-nilai kebaikan, terutama yang berpotensi merusak dan menghancurkan masa depan bangsa itu, tertuang dalam falsafah hidup bangsa, yakni Pancasila sebagai dasar negara dan landasan ideologis bangsa.

“Apabila kita memahami isi Kelima Sila dalam Pancasila dari Sila pertama sampai Sila lima niscaya akan tercipta Kebihinekaan, rasa kemanusiaan, rasa persatuan dan kesatuan, semangat kekeluargaan dalam musyawarah untuk mencapai mufakat sehingga akan terwujud suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Menurut Dandim, Indonesia merupakan negara yang majemuk, memiliki kekayaan alam yang melimpah. Energi yang ada saat ini berasal dari fosil yang tidak dapat diperbaharui dan pada saatnya akan habis, perang yang ada didunia dilatarbelakangi masalah energi.

Dengan kondisi kekayaan alam yang melimpah menjadi incaran negara luar untuk menguasai kekayaan Bangsa Indonesia. Bukti nyata bahwa kekayaan alam, produk-produk yang ada saat ini sudah dikuasai oleh negara asing.

Beragam cara dilakukan, termasuk dengan cara perang modern, yakni jenis perang yang tidak menggunakan kekuatan persenjataan tetapi perang menggunakan politik adu domba. Perang dimana suatu negara akan menggunakan pihak ketiga baik melalui negara lain atau kekuatan dari dalam negeri. Tujuannya melemahkan berbagai aspek yang ia sebut dengan istilah ‘Proxy War’.

Untuk itu pihaknya berharap agar para santri memiliki daya tangkal dalam pribadi masing-masing dan tidak mudah dipecah belah dan diadu domba, tetap jaga persatuan dan kesatuan.

“Sebagai generasi muda harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas, harus tetap ingat dan jangan sampai melupakan sejarah bangasnya. Pesan, Petuah dan Motivasi dari para pendahulu kita harus dipedomani termasuk para guru dan orang tua kita,” kata Dandim.

Sosialisasi tentang wawasan kebangsaan kepada para santri di pondok pesantren Aram-Aram asuhan Ustat Syaifudin merupakan bagian dari program “Serbuan Teritorial” yang digelar oleh Kodim 0826 Pamekasan.

Selain Dandim hadir juga dalam acara itu, Pasi Intel Kodim 0826/PMK Kapten Inf Darminto SH, Pasiter Kodim 0826/PMK Kapten Arh. Ariman Aditiawan SH, Danramil 0826/13 Pasean Kapten Inf Hariyanto, Camat Pasean Bpk Amirul Yusuf SH, Sekcam Pasean Murahman dan Kades Sotabar Nasuki. (Ant)

(Soemitro)