Gedung yang hanya terletak sekitar 300 meter dari gedung lama tersebut rencananya akan mulai ditempati akhir 2015 atau awal 2016 tergantung penyelesaian dan kesiapan gedung yang memiliki tinggi 16 lantai. Gedung tersebut mulai dibangun sejak Desember 2013 dengan nilai kontrak Rp195 miliar direncanakan memiliki 70 ruang pemeriksaan dan gedung penjara yang mampu menampung 50 orang, 40 pria dan sepuluh wanita.

Jakarta, Aktual.com – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk bersilaturahmi dengan pimpinan lembaga antirasuah tersebut.

Mengenakan kemeja batik cokelat lengan panjang, Amran mengaku tujuan kedatangannya ingin bertemu pimpinan KPK membahas soal perkebunan kelapa sawit.

Dia mengklaim kunjungannya tersebut merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya. “Diskusi tentang kelapa sawit, khususnya plasma, jadi kami akan diskusi dengan KPK,” k‎ata Amran diGedung Merah Putih, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (7/12).

Baca Juga :  Kejagung Klaim Pemeriksaan Bos Freeport Tidak Dipaksakan

Sebelumnya, Amran juga pernah mendatangi dan berdiskusi dengan pimpinan KPK pada Senin, 13 Maret 2017. Pada pertemuan itu, Amran membahas masalah yang sama yakni terkait perkebunan kelapa sawit.

Namun, Amran enggan berspekulasi lebih jauh terkait adanya indikasi korupsi di bidang perkebunan sawit. Yang pasti terdapat sejumlah permasalahan perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit yang akan dibahas dengan pimpinan KPK.

Baca Juga :  Kantongi Nama Aktor Kasus e-KTP, KPK 'Siapkan' Pasal 2 atau Pasal 3

“Itulah lanjutannya diskusi (hari ini).‎ Ada plasma, ada kelapa sawit di areal hutan provinsi, ada perusahaan, ada kebun rakyat maju kita harus telaah dengan baik. Kita mencari solusi yang terbaik,” tandasnya.

Laporan: Fadlan Syiam Butho

(Nebby)