Jakarta, Aktual.com – Mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Tedjo Edhy Purdjianto mengapresiasi pembentukan wadah perjuangan Rumah Amanah Rakyat. Ia berharap keberadaan Rumah Amanah Rakyat nantinya bisa memberikan sumbangsih bagi rakyat

“Kita ini diminta oleh rakyat untuk bisa menyampaikan aspirasi sesuai kehendak rakyat. Negara ini bukan punya penguasa, pengusaha, tapi milik kita sebagai rakyat,” terangnya dalam Deklarasi Rumah Amanah Rakyat di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/8).

Disampaikan, dampak dari reformasi 98 belum bisa memberikan kesejahteraan dan kemaslahatan pada masyarakat. Untuk itu, seluruh komponan bangsa sudah saatnya berjuang demi kesejahteraan dan kemaslahatan rakyat Indonesia.

Tedjo mengingatkan bahwa gerakan Rumah Amanah Rakyat bukan gerakan anarkhi dan gerakan makar terhadap pemerintah. Akan tetapi, diharapkan benar-benar menjadi sarana memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara secara benar.

“Bukannya dimulut saja, karena setiap pemimpin selalu sampaikan demi rakyat demi rakyat, kenyataannya rakyat digusur dimana-mana. Ini yang tidak kita harapkan,” jelas dia.

Sebagaimana harapan Djoko Santoso, Tedjo mendukung agar keberadaan Rumah Amanah Rakyat nantinya berkembang di seluruh RT/RW seluruh DKI Jakarta.

“InsyaAllah apabila kita dengan hati yang jujur, dengan cara yang beretika dan beradab, Allah insyaAlah akan merestui perjuangan kita sekalian,” katanya.

“Saya meminta juga rakyat mendukung perjuangan kita ini. Kita boleh mengutarakan kebenaran, mengutarakan aspirasi dengan keras tetapi tidak memaki-maki, karena kita menginginkan simpati dari semua orang, baik rakyat maupun elit,” sambung Tedjo Edhy.

 

*Sumitro

Artikel ini ditulis oleh: