Bekasi, Aktual.com – Bhayangkara FC berhasil memetik kemenangan 3-2 atas tamunya Persiba Balikpapan pada pertandingan lanjutan Liga 1 Musim 2017 di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (8/10).

“Kami beruntung masih bisa membukukan tiga poin hari ini. Jika yang dihadapi tim sekelas Madura United atau PSM Makasar, hasilnya akan berbeda jika yang diperagakan tim permainan seperti ini,” kata pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemy di Bekasi.

Pelatih asal Skotlandia itu mengaku kurang puas dengan penampilan timnya karena sikap para pemain yang terlalu menganggap enteng lawan setelah berhasil mencetak tiga gol dalam kurun waktu 20 menit.

“Hal itu dimanfaatkan lawan dengan terus menekam kami hingga berhasil mencetak dua gol balasan juga dalam tempo cepat,” katanya.

Kekecewaan tersebut disampaikannya saat jeda pertandingan. Pemain pun dimintanya untuk tetap fokus memperagakan permainan terbaik agar tiga poin di kandang tak hilang begitu saja.

“Tapi di babak kedua, meskipun permainan sudah membaik, tapi daya serang lini depan masih kurang tajam sehingga gol tambahan gagal tercipta,” katanya.

Tim tuan rumah langsung tampil menyerang sejak pertandingan dimulai.

Gol cepat pun tercipta saat pertandingan baru berlangsung 9 menit melalui kerja sama Dendy Sulistyawan dan Paulo Sergio Moreira Goncalves berhasil memperdaya kiper Persiba Kurniawan Kartika Ajie.

Umpan silang yang dikirimkan Dendy dari sayap kiri lapangan disambut sundulan Paulo yang mengarahkan bola tepat ke arah gawang tanpa mampu dihalau kiper.

Hanya sebelas menit berselang, “The Guardian” langsung menggandakan keunggulan melalui kombinasi permainan Dendy-Paulo. Namun kali ini giliran Paulo yang mengirimkan umpan hasil penetrasi dari tengah lapangan.

Dendy yang sanggup melepaskan diri dari jebakan ‘offside’ pemain belakang Persiba, hanya menggiring bola beberapa saat hingga akhirnya mantap melesakkan tembakan yang mengoyak jala gawang lawan untuk kedua kalinya.

Dalam posisi unggul 2-0, anak asuh Simon McMenemy tersebut tampil di atas angin dan sanggup menambah pundi gol. Kali ini dari kaki Ilija Spasojevic yang meneruskan bola kiriman Dendy. Kedudukan berubah menjadi 3-0 untuk tuan rumah di menit ke-29.

Sayangnya, tensi serangan Bhayangkara pascagol tersebut justru menurun. Situasi ini dimanfaatkan sang lawan yang balik menggencarkan serangan.

Upaya yang dibangun Persiba di menit ke-36 bahkan membuat kiper Bhayangkara Awan Setho Raharjo sampai harus menjegal Maldin Pali yang menerobos masuk ke kotak penalti tanpa kawalan hingga wasit menunjuk titik putih.

Anmar Almubaraki yang dipercaya sebagai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan. Meski kiper telah membaca arah bola, tapi eksekusi yang diarahkan ke sudut kiri gawang tak sanggup dihalau. Skor berubah menjadi 3-1.

Beberapa sat sebelum turun minum, Persiba sanggup mencetak gol keduanya saat Anmar berhasil menerobos lini pertahanan Bhayangkara tanpa terkawal lawan dan melesatkan bola dari sayap kanan lapangan tanpa sanggup dihalau Awan Setho.

Memasuki babak kedua, kedua tim melakukan serangkaian pergantian pemain demi meningkatkan daya dobrak serangan.

Hanya saja, permainan yang disajikan kedua tim di babak kedua kurang berkembang.Tim lawan seakan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik tanpa berinisiatif menyerang lebih dulu.

Sementara tim tuan rumah gagal mengkonversi peluang-peluang yang data menjadi gol.

Di antaranya sekitar menit ke-70, kala penetrasi Ilham Udin Armaiyn dari sayap kiri lapangan, mengumpankan bola ke arah Paulo. Namun meskipun posisi Paulo sudah berada di depan gawang tanpa terkawal, eksekusinya masih terbaca kiper.

Peluang kembali datang untuk tuan rumah pada menit ke-82, melalui kerja sama Ilham-Paulo.

Namun sepakan keras Paulo dari luar kotak penalti masih sanggup ditangkap kiper.

Menjelang berakhirnya pertandingan, giliran Spaso yang mencatatkan peluang melalui upaya tendangan salto di depan gawang yang masih sanggup diamankan kiper Persiba.

Akhirnya skor pun tidak berubah dan pertandingan berakhir dengan skor 3-2.

Sementara itu, Pelatih Persiba Hariyadi menilai kekalahan timnya dipengaruhi faktor keterlambatan adaptasi tim terhadap pola serangan tuan rumah.

“Lambat panas karena faktor cuaca juga. Main sore sangat menguras tenaga dan pemain pun belum ‘panas’ di awal-awal pertandingan,” katanya.

(Arbie Marwan)