Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr Al Hasani dalam acara pembacaan kitab amin al-I'lam bi anna attasawwuf min syariat al-islam karangan syekh Abdullah Siddiq al-Ghumari di Majelis Zawiyah Arraudah, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017). AKTUAL/Tino Oktaviano
Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr Al Hasani dalam acara pembacaan kitab amin al-I'lam bi anna attasawwuf min syariat al-islam karangan syekh Abdullah Siddiq al-Ghumari di Majelis Zawiyah Arraudah, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017). AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ro’ah menjelaskan dalam pengajian kitab Bahjat Annufusnya, bahwa semakin sempit ilmu seseorang maka semakin banyak menyalahkan orang lain.

Ketika seseorang berwawasan sedikit tentang ajaran agama baginda Nabi SAW, melalui pemahaman para ulama madzhab, maka semakin sering pula dirinya menyalahkan amaliyah orang lain yang tidak sesuai dengan madzhabnya.

Baca Juga :  Syekh Yusri: Kisah Sihir Nabi SAW (1)

Sebagaimana kita ketahui, bahwa para ulama dalam memahami sebuah nash yaitu Al Qur’an dan hadits, terkadang berbeda sudut pandang antara yang satu dengan yang lainnya, sesuai dengan ijtihad masing-masing dari mereka.

Dicontohkan sepertihalnya lafadz القرء yang merupakan lafadz musytarak (satu kata yang memiliki lebih dari satu arti), di dalam bahasa arab memilki dua makna yang saling berlawanan, yaitu suci dan haid.

(Andy Abdul Hamid)