Maulana Syekh Dr. Yusri Rusydi Sayyid Jabr al-Hasani membaiat thariqoh Shiddiqiah, Darqawiah, Syadziliah usai acara Maulid baginda Nabi Muhammad SAW di Zawiyah Arraudhah, Jalan Tebet Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018) malam. Syekh Yusri mengingatkan kepada jamaah yang telah di baiat untuk mengikuti Hadroh Usbuiyah setiap Kamis malam di Zawiyah Arraudhah. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala wa ra’ah dalam pengajian kitab Bahjat Annufusnya menjelaskan bahwa kedudukan shalat merupakan ibadah yang sangat tinggi derajatnya diantara macam-macam ibadah yang lainnya.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa segi, diantaranya adalah dari segi bagaimana dan dimana shalat ini difardhukan kepada umat Baginda Nabi Saw.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa shalat difardhukan ketika terjadi peristiwa isra dan mi’raj Baginda Nabi Saw, dimana Baginda bertemu langsung dengan Allah Swt tanpa melalui perantara dan mendapatkan khitab langsung dari Tuhannya.
Maka oleh sebab ini, Baginda Nabi Saw termasuk dalam firman Allah Swt:

” تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ”

Artinya: “Mereka para Rasul telah kami utamakan sebagian mereka diantara sebagian yang lain. Diantara mereka ada (rasul) yang telah dikhitab (secara langsung tanpa melalui perantara) oleh Allah, dan Allah telang mengangkat derajat dari sebagian mereka (di atas derajat rasul lainnya) ” (QS. Al Baqarah: 253).

Dan diantara mereka adalah nabi Adam AS, nabi Nuh AS, nabi Ibrahim AS, nabi Musa AS dan lainnya. Dimana Baginda Nabi Saw telah melihat Allah Swt secara langsung,

(Andy Abdul Hamid)