Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr Al Hasani dalam acara pembacaan kitab amin al-I'lam bi anna attasawwuf min syariat al-islam karangan syekh Abdullah Siddiq al-Ghumari di Majelis Zawiyah Arraudah, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017). AKTUAL/Tino Oktaviano
Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr Al Hasani dalam acara pembacaan kitab amin al-I'lam bi anna attasawwuf min syariat al-islam karangan syekh Abdullah Siddiq al-Ghumari di Majelis Zawiyah Arraudah, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017). AKTUAL/Tino Oktaviano

Notice: Undefined index: news_reporter in /data/wp-content/plugins/aktual/index.php on line 223

Jakarta, Aktual.com – Syekh Yusri hafidzahullah Ta’ala dalam pengajian Bukharinya menjelaskan bahwa perkara yang mati saja memiliki rasa cinta kepada baginda SAW, maka seorang mukmin hendaklah memiliki rasa cintanya kepada sang baginda di atas cinta makhluk hidup lainnya, karena manusialah yang Allah Ta’ala muliakan dengan akalnya.

Sebagai contoh adalah gunung Uhud, yaitu gunung yang membentang luas di kota Madinah, sering kali baginda berkata tentanya, bahwa gunung ini telah mencintai dirinya dan para sahabatnya. Imam Bukhari meriwayatkan melalui Anas bin Malik RA, bahwa dirinya berkata :

” أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم طَلَعَ لَهُ أُحُدٌ فَقَالَ هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ ”

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW ketika telah nampak padanya gunung Uhud, maka baginda berkata: inia dalah gunung yang cinta kepada kami, dan kami juga mencintainya”(HR. Bukhari).

Syekh Yusri menambahkan, bahwa seorang mukmin hendaklah memiliki cinta yang lebih daripada makhluk lainnya. Karena dengan rasa cintanya kepada baginda inilah, seorang mukmin akan mendapatkan kedudukan yang paling mulia disorganya.

(Andy Abdul Hamid)