BAGIKAN
Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr Al Hasani dalam acara pembacaan kitab amin al-I'lam bi anna attasawwuf min syariat al-islam karangan syekh Abdullah Siddiq al-Ghumari di Majelis Zawiyah Arraudah, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017). AKTUAL/Tino Oktaviano
Maulana Syekh Yusri Rusydi Jabr Al Hasani dalam acara pembacaan kitab amin al-I'lam bi anna attasawwuf min syariat al-islam karangan syekh Abdullah Siddiq al-Ghumari di Majelis Zawiyah Arraudah, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (28/1/2017). AKTUAL/Tino Oktaviano

Kairo, Aktual.com – Maulana Syekh Yusri dalam pengajian al Hikam menjelaskan bahwasanya seorang salik (hamba yang sedang menuju kepada Allah SWT) sudah pasti membutuhkan sahib yang bisa menemaninya selama perjalanan panjang dan berliku ini.

Tidaklah lain sahib ini adalah sorang Syekh Murobbi yang selalu memberikan suri tauladan baik dengan akhlak, ahwal serta amal perbuatannya sebelum perkataan dan tausiyahnya. Allah berfirman dalam al Qur’an

“ وَكُوْنُوْا مَعَ الصَّادِقِيْنَ ”

Artinya “ senantiasalah kalian bersama orang-orang yang bersungguh-sungguh “ ( QS. At Taubah : 119 ).

Yaitu dalam hal menggapai ridho Allah dan RasulNya. Dalam ayat ini Allah menganjurkan agar senantiasa kita mencari dan bershuhbah dengan mereka, meskipun kita belum bisa seperti mereka. Sangatlah masyhur hikmah dari para ahli tasawwuf, mereka berkata:

“ مَنْ صَدَقَ فِى الطَّلَبِ جَمَعَ اللَهُ بَيْنَ أَهْلِ الأَدَبِ”

Artinya “ barang siapa yang bersungguh-sungguh dalam mencari ( para sadiqin ) maka Allah akan mengumpulkanya dengan ahli adab ( yaitu para wali Allah ).

Syekh Yusri menambahkan bahwa ketika Allah menghendaki hidayah kepada sesorang, maka Allah akan menunjukkan baginya seorang yang akan mengantarkan dirinya kepada Allah Ta’ala. Hal ini sebagaimana diambil dari mafhum mukholafah ( pemahaman yang sebaliknya ) dari pada ayat:

“ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ َتِجَد لَهُ وَلِيًا مُرْشِدًا ”

Artinya “ barang siapa yang Allah kehendaki kesesatan baginya maka dia tidak akan menemukan seorang yang bisa menunjukkan kepada Nya “ (QS. Al Kahf : 17 )

Sehingga dari ayat di atas dapat dipahami bahwa seorang yang dikehendaki baik olehnya, maka Allah akan berikan kepadanya seorang suri tauladan dari para pewaris Nabi Muhammad SAW, sebagai petunjuk menuju wushul kepada Nya.

Syekh Yusri menasihatkan bagi mereka yang belum mendapatkan seorang Mursyid, maka perbanyaklah membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW, karena beliau adalah mursyid petunjuk bagi semua umatnya, dan dawamkanlah membaca doa:

“ اللهم دُلَّنِى عَلَى مَنْ يَدُلّنِى إِلَيْكَ ”

Artinya “ Wahai Allah tunjukkanlah kepada hamba seseorang yang bisa membawa hamba kepada Engkau “.

Syekh Yusri melanjutkan begitu pula seorang salik dalam perjalannya menuju Allah juga tidak lepas dari sahabat, yaitu teman seperjuangan dalam menggapai ridha Allah ini. Peran teman sangatlah penting dalam segala hal, karena seorang teman itu bisa membawa diri kita kepada apa yang menjadi kebiasaan ataupun kecondongan yang ia miliki. Nabi Muhammad SAW bersabda

“ اَلْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ “

Artinya “ seseorang itu akan sama (akhlaknya, wataknya) dengan seorang yang ia kasihi (atau temani) “(HR. Imam Ahmad ).

Dalam pepatah Arab juga dikatakan “ الصَّاحِبُ سَاحِبٌ “, yang artinya “ seorang teman itu bisa menarik (mempengaruhi) “.
Ya, seorang itu pasti akan terpengaruh dengan apa yang jadi kebiasaanya temanya itu. Jika kita berteman dengan orang yang suka bersolawat, maka lama-kelamaan juga kita jadi suka bersolawat. Jika kita punya teman suka bola, lama kelamaan kita juga akan menyukainya.

Dalam kesempatan kali ini , beliau menukilkan hikmah dari Imam ‘Athaillah As Sakandari, yang berbunyi:

“ لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكَ حَالُهُ وَلَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَاْلُهُ ”

Artinya “ Janganlah kalian berteman dengan seseorang yang tidak bisa memberikan motifasi dengan perbuatannya, dan tidak menunjukkan kepada Allah dengan perkataannya “.

Jadi, dua syarat inilah yang menjadi pedoman kita didalam mendapatkan sahib didalam menuju wusul kepada Allah Ta’ala. Dari segi amalnya, dia adalah merupakan ahli berbuat ketaatan, menjalankan syariat, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW. Sedangkan dari perkataan, yang keluar adalah sesuatu yang membuat kita ingat kepada Allah, dan ingin lebih mendekatkan diri kepada Nya.

Nabi muhammad SAW telah bersabda

“ خِيَارُكُمْ مَنْ ذَكَّرَكُم بِاللهِ رُؤْيَتُه, وَرَغَّبكُمْ فِى الآخِرَةِ عَمَلُهُ , وَزَادَ فِى عِلْمِكُمْ مَنْطِقُهُ ”

Artinya “ sebaik-baik dari kalian adalah orang yang jiakalau dipandang maka akan membuatmu ingat kepada Allah, dan amal perbuatannya menjadikan kita semakin cinta akhirat, serta apa yang keluar dari mulutnya menjadikan kamu semakin bertambah ilmu”( HR. Turmudzi).

Jikalau kita lihat, hadis inilah yang kita temukan pada para pewaris Nabi Muhammad, yaitu wali Allah, para ulama, para orang solih yang ada di muka bumi ini. Mereka adalah tempat Allah memandang diantara para makhlukNya, tempat turunnya keberkahan dari langit, sebab dari ketentraman dunia ini , menjaga dari turunya siksa Allah.

Laporan: Abdullah AlYusriy

(Andy Abdul Hamid)