Maulana Syekh Dr Yusri Rusydi Sayyid Jabr Al Hasani membacakan risalah karya Abu Fadhl Al Arif Billah Suekh Abdullah bib Shidiq Al Ghumari RA di Zawiyah Arraudhah, Jalan Tebet Barat, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018). Acara yang berlangsung dari 11 hingga 14 Januari ini akan membahas tiga risalah diantaranya Husnu at-Talatthuf fi Bayani Wujubi Suluki at-Tasawwuf, Irsyadu at-Tholibi an-Najibi lla ma fi al-Maulidi an-Nabiwiyyo min al-Akadzibi, An-Nafhatu al-Ilahiyyah fi as-Sholati ala Khoyri al-Bariyyah dan Syarah as-Sholawat al-Yusriyyah wa Asmaul Husna karya Maulana Syekh Yusri Rusydi Sayyid Jabr al-Hasani Hafidzahullah. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Syekh Yusri hadidzahullah Ta’ala wa ra’ah pada pengajian shahih Bukharinya menjelaskan bahwa Baginda Nabi Saw mengajarkan ruqyah kepada umatnya.

Ruqyah adalah merupakan salah satu bentuk ikhtiar seorang hamba untuk menghilangkan sakit, seperti halnya berobat kepada seorang dokter. Hal ini merupakan bentuk ta’abudi (penghambaan diri) seorang mukmin, dimana dalam hatinya tertanam keyakinan bahwa Allah lah Dzat yang As Syafi (memberikan kesembuhan).

Allah kuasa memberikan kesembuhan meski dengan sebab yang sangat kecil sekalipun. Hal ini menjadikan orang yang sakit tidak pernah merasa putus asa untuk berikhtiar mengharap kesembuhan dari Allah Ta’ala.

Bagi yang fakir tidak memiliki biaya untuk berobat kepada dokter oleh sebab biayanya yang mahal, masih bisa menggunakan opsi lain, yang juga Allah menjadikan sebab dari kesembuhan padanya, seperti ruqyah, bersedekah sesuai dengan kemampuannya, berdo’a, dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, imam Bukhari Ra meriwayatkan, bahwa suatu hari Tsabit Al bunani mengadu kepada guru yang juga merupakan mertuanya, yaitu sahabat Anas bin Malik Ra, bahwa dirinya sakit.
Lalu Anas pun berkata: ” kemarilah, biar saya ruqyah kamu dengan ruqyah yang telah diajarkan Baginda Rasulullah Saw”, lalu dirinya membacakan kepadanya.

(Andy Abdul Hamid)